Gunung Binaiya adalah puncak tertinggi di Kepulauan Maluku dan salah satu gunung paling liar di Indonesia. Dengan ketinggian 3.027 mdpl, gunung ini terletak di Pulau Seram dan berada dalam kawasan konservasi Taman Nasional Manusela, salah satu taman nasional dengan biodiversitas paling lengkap di Nusantara.
Pendakian Gunung Binaiya bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi sebuah ekspedisi penuh petualangan melintasi hutan tropis, sungai dalam, tebing karst, lembah berkabut, dan padang batu yang mistis. Tidak heran jika banyak pendaki menyebut Binaiya sebagai:
“The Real Adventure of 7 Summits Indonesia.”
Gunung ini masih relatif perawan, jalurnya alami, dan akses logistiknya menantang. Pendaki akan melewati desa adat, hutan rimba, dan kawasan yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat.
Binaiya bukan gunung wisata—ini adalah gunung ekspedisi, tempat ketahanan fisik dan mental diuji sepenuhnya.
Nama Gunung: Gunung Binaiya
Ketinggian: 3.027 mdpl
Pulau: Pulau Seram
Provinsi: Maluku
Koordinat: -3.0941, 129.4711
Tipe Gunung: Pegunungan karst / Non-vulkanik
Zona Konservasi: Taman Nasional Manusela
Durasi Pendakian: 5-7 hari
Tingkat Kesulitan: ★★★★☆ Sulit – Ekspedisi teknis & hutan
Jalur Umum: Jalur Piliana & Jalur Kanikeh
Suku Lokal: Suku Nuaulu & Manusela
Gunung Binaiya memiliki ciri khas yang membedakannya dari gunung-gunung lain:
Tidak ada jalur ramai, tidak ada basecamp modern. Semua masih alami dan murni.
Binaiya adalah rumah bagi ratusan flora dan fauna endemik, termasuk:
Pendaki akan melewati:
Beberapa area dianggap sakral dan memerlukan tata cara tertentu.
Puncak berupa batuan kapur tajam yang membentuk garis tebing rapi dan dramatis—salah satu yang paling eksotis di Indonesia.
Nama “Binaiya” berasal dari bahasa lokal yang berarti “gunung besar yang menjulang ke langit”. Gunung ini sejak dahulu menjadi bagian penting dalam kehidupan spiritual masyarakat adat di Pulau Seram. Kawasan ini dianggap sebagai tempat berdiamnya ruh leluhur dan penjaga alam.
Secara geologis, kawasan Pegunungan Binaiya terbentuk dari tumbukan lempeng Australia dan Pasifik. Inilah sebabnya bebatuan karst dan limestone mendominasi sebagian besar struktur gunung—mirip pegunungan karst di Papua dan Maluku bagian tengah.
Tahun 1972, kawasan ini resmi menjadi bagian dari Taman Nasional Manusela, salah satu pusat konservasi terpenting Indonesia.
Ada dua jalur pendakian paling populer:
Start di: Desa Piliana, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah
Rute menuju Piliana
Piliana adalah desa kecil yang ramah pendaki dan memiliki fasilitas awal seperti rumah warga, air bersih, dan pos pendaftaran.
Start di: Desa Kanikeh, Manusela
Jalur ini lebih teknis, melibatkan banyak sungai dan terjal. Pendaki biasanya memilih jalur Piliana sebagai jalur utama untuk 7 Summits.
Untuk pendakian Binaiya, wajib:
Dokumen yang diperlukan:
Jalur Piliana adalah jalur standar 7 Summits. Berikut detail lengkapnya:
Total Durasi: 5-7 Hari
Estimasi waktu: 6–7 jam
Estimasi waktu: 7–9 jam
Summit attack memakan waktu 4–6 jam dari Manusela.
Waktu tempuh: 4–5 jam
Durasi tergantung kondisi fisik dan cuaca.
Gunung Binaiya memiliki tingkat kesulitan tinggi karena:
Binaiya adalah gunung untuk pendaki berpengalaman.
Taman Nasional Manusela adalah kawasan Wallacea, rumah bagi spesies unik.
Ideal: Oktober – Februari (musim kering Maluku)
Cuaca relatif stabil, sungai tidak terlalu banjir, dan jalur batu lebih aman.
Kurang direkomendasikan: Juni – Agustus
Musim hujan, sungai meluap, dan jalur menjadi jauh lebih sulit.
Suku Nuaulu dan Manusela sangat memegang tradisi leluhur. Beberapa area hutan dianggap sakral, dan pendaki harus:
Terkadang sebelum pendakian dilakukan doa adat.
| Keperluan | Perkiraan Biaya |
|---|---|
| Kapal cepat Ambon–Masohi | Rp 150.000 – 250.000 |
| Transport Masohi–Piliana | Rp 500.000 – 800.000 |
| Guide lokal | Rp 500.000 – 800.000 per hari |
| Porter | Rp 300.000 – 500.000 per hari |
| Izin TN Manusela | Rp 20.000 – 50.000 |
| Logistik 7 hari | Rp 600.000 – 1.000.000 |
| Penginapan Ambon/Masohi | Rp 150.000 – 300.000 |
Hari 1: Ambon → Masohi → Piliana → Camp Kanawa
Hari 2: Kanawa → Malla → Lembah Manusela
Hari 3: Manusela → Waihuhu → Puncak Binaiya → Turun
Hari 4: Manusela → Malla
Hari 5: Malla → Kanawa
Hari 6: Kanawa → Piliana
Hari 7: Piliana → Masohi → Ambon
Gunung Binaiya adalah puncak yang menawarkan pengalaman pendakian paling liar dalam 7 Summits Indonesia. Dengan medan yang brutal, jalur variatif, dan budaya adat yang kental, pendakian ini memberikan pengalaman mendalam yang sulit ditemukan di gunung lain.
Tidak hanya fisik yang diuji, tetapi juga mental, koordinasi tim, dan kemampuan bertahan di alam liar. Bagi mereka yang mencintai petualangan sejati, Binaiya adalah mahkota ekspedisi di Indonesia.
Tidak. Ini gunung ekspedisi tingkat lanjut.
Iya, bebatuan karst tajam dan licin.
Sangat dianjurkan, terutama untuk navigasi sungai.
Tidak ada sejak masuk desa Piliana.
Relatif aman jika cuaca bersahabat dan mengikuti peraturan.