Gunung Leuser adalah salah satu gunung paling liar dan menantang di Indonesia, terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang membentang di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Gunung ini terkenal sebagai destinasi ekspedisi kelas berat karena medannya yang ekstrem, hutan tropis perawan yang rapat, dan akses menuju jalurnya yang jauh dari pemukiman.
Sebagai bagian dari tiga besar kawasan konservasi terpenting di Indonesia, Leuser bukan hanya tujuan pendakian, tetapi juga simbol keanekaragaman hayati dunia. Pendakian menuju puncaknya membutuhkan persiapan matang, pemandu berpengalaman, serta manajemen logistik yang baik karena berlangsung hingga 7–12 hari.
Gunung Leuser termasuk dalam Grade V—tingkatan tertinggi dalam sistem grading pendakian Indonesia—yang berarti tingkat kesulitan ekstrem dan hanya diperuntukkan bagi pendaki berpengalaman atau tim ekspedisi.
Ketinggian: 3.119 mdpl
Lokasi: Aceh Tenggara & Gayo Lues, Aceh – sebagian area Sumatera Utara
Koodinat: 3.756°N, 97.205°E
Status Kawasan: Taman Nasional / Cagar Biosfer UNESCO
Tingkat Grading: Grade V – Ekstrem/ekspedisi
Durasi Pendakian: 7-12 hari
Jenis Medan: Hutan primer, sungai besar, rawa, punggungan sempit
Sinyal: Hampir seluruh area blackout
Basecamp Populer: Kutacane (Aceh Tenggara), Blangkejeren (Guyo Lues)
Gunung Leuser memiliki ciri khas unik yang tidak dimiliki banyak gunung lain di Indonesia:
Leuser adalah salah satu dari sedikit gunung yang memberikan pengalaman survival nyata.
Nama Leuser diyakini berasal dari bahasa lokal yang berarti “tempat tinggi yang suci” atau “tanah para leluhur”, merujuk pada kedudukannya yang dihormati oleh masyarakat adat setempat.
Catatan sejarah memperlihatkan bahwa:
Leuser adalah simbol perlawanan terhadap perusakan hutan dan menjadi ikon gerakan konservasi dunia.
Akses menuju titik awal pendakian tergantung jalur pilihan:
Rute umum:
Rute umum:
Kedua akses ini membutuhkan kendaraan yang kuat karena kondisi jalan yang bervariasi.
Pendakian Gunung Leuser wajib memiliki izin resmi:
Di beberapa titik, pendaki diwajibkan menggunakan pemandu resmi demi keamanan tim.
Ciri khas:
Durasi: 8–12 hari PP
Cocok untuk: tim ekspedisi, pendaki berpengalaman
Ciri khas:
Durasi: 7–10 hari PP
Cocok untuk: pendaki profesional dengan pemandu lokal
Tingkat kesulitan pendakian Gunung Leuser: ★★★★★★ (Very Hard)
Faktor kesulitan:
Pendaki pemula tidak disarankan menuju gunung ini.
Leuser adalah paru-paru Sumatra dan rumah bagi:
Pendaki harus menjaga jarak aman dari satwa liar.
Musim terbaik: Juni – September
Musim ini memiliki curah hujan lebih rendah, meski area tetap lembap.
Musim penghujan (Oktober–April) membuat:
Risiko utama pendakian Gunung Leuser:
Tips keselamatan:
Kawasan Leuser dihuni masyarakat adat Aceh, Alas, dan Gayo yang memiliki nilai tinggi terhadap hutan. Pendaki harus menghormati beberapa pantangan:
Masyarakat lokal dikenal ramah dan terbuka, terutama bagi pendaki yang menghormati aturan adat.
Beberapa perlengkapan wajib:
Estimasi total biaya tergantung jumlah tim:
| Item | Perkiraan Biaya |
|---|---|
| Transport Medan–Basecamp PP | Rp 500.000 – 800.000 |
| Guide lokal | Rp 300.000 – 600.000 / hari |
| Porter | Rp 200.000 – 350.000 / hari |
| SIMAKSI | Rp 25.000 – 50.000 |
| Logistik 10 hari | Rp 700.000 – 1.200.000 |
| Sewa alat (opsional) | Rp 300.000 – 700.000 |
Hari 1
Kutacane – Desa Angasan – Pos Sungai
Trek ringan, menyusuri hutan sekunder.
Hari 2
Pos Sungai – Camp 2
Masuk hutan primer, banyak akar dan lumpur.
Hari 3
Camp 2 – Camp 3
Elevasi naik turun, beberapa titik rapat vegetasi.
Hari 4
Camp 3 – Camp Punggungan
Jalur mulai lebih teknis dan terjal.
Hari 5
Camp Punggungan – Camp Summit
Punggungan berkabut, angin kuat.
Hari 6
Summit Attack – Camp Punggungan
Menuju puncak, jalur menanjak dan sempit.
Hari 7
Camp Punggungan – Camp 2
Turun jalur curam, hati-hati jalur licin.
Hari 8
Camp 2 – Desa Angasan – Kutacane
Itinerary dapat berubah sesuai kondisi cuaca dan kecepatan tim.
Tidak. Gunung Leuser adalah gunung kategori ekstrem (Grade V).
7–12 hari tergantung jalur dan kondisi cuaca.
Sangat disarankan, terutama bagi tim yang belum pernah ke Leuser.
Ada, tetapi beberapa titik jauh antar sumber. Pendaki harus manajemen air dengan baik.
Aman jika mematuhi SOP dan menjaga jarak aman.
Hampir tidak ada sinyal sepanjang jalur.
Ya, kemampuan navigasi adalah hal wajib.