loaderimg
image

Overview Gunung

Gunung Ciremai (sering ditulis Ceremai / Ciremay) adalah gunung berapi aktif dan sekaligus gunung tertinggi di Provinsi Jawa Barat dengan ketinggian sekitar 3.078 mdpl. Gunung ini berada di perbatasan Kabupaten Kuningan dan Majalengka, dan termasuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

Ciremai dikenal sebagai gunung dengan jalur pendakian yang menanjak tajam, trek berbatu di beberapa titik, serta kontur lereng vulkanik yang curam. Pendakian menuju puncak memberikan panorama kawah besar, punggungan gunung, serta pemandangan kota-kota di Jawa Barat dari ketinggian.

Meskipun populer dan ramai pendaki, Gunung Ciremai tetap dikategorikan sebagai Grade III – Menengah ke Sulit, karena elevasi pendakian yang panjang, tanjakan beruntun, dan paparan angin kuat di area puncak.

Gunung ini cocok bagi pendaki yang ingin merasakan kombinasi tantangan fisik, keindahan alam, dan pengalaman mendaki gunung vulkanik klasik Jawa Barat.

Informasi Teknis

Ketinggian: ± 3.078 mdpl
Lokasi: Kuningan & Majalengka – Jawa Barat
Koordinat: ± 6.89° LS, 108.41° BT
Tipe Gunung: Stratovolcano (aktif)
Status Kawasan: Taman Nasional Gunung Ciremai
Grading Pendakian: Grade III – Menengah, Sulit
Durasi Pendakian: 1-2 hari (PP)
Basecamp Populer: Linggarjati, Apuy, Palutungan
Karakter Medan: Tanjakan panjang, batuan vulkanik, hutan pegunungan
Kawah: Kawah ganda berdiameter besar

Keunikan Gunung

Gunung Ciremai memiliki karakteristik unik yang membuatnya istimewa:

  • Puncak tertinggi di Jawa Barat
  • Kawah vulkanik besar dan dalam
  • Panorama sunrise sangat luas
  • Jalur dengan variasi hutan, punggungan, dan bebatuan
  • Habitat flora & fauna hutan pegunungan |
  • Salah satu gunung paling bersejarah di wilayah Pasundan

Bagi pendaki, Ciremai menawarkan pengalaman mendaki yang menantang namun tetap bersahabat jika dilakukan dengan persiapan matang.

Sejarah dan Etimologi

Nama “Ciremai” diyakini berasal dari:

  • Kata “Cereme / Cermai” — sejenis buah asam kecil yang banyak tumbuh di kawasan ini
  • Ada pula interpretasi dari bahasa Sunda lama yang berhubungan dengan kata “reumeun / rame” (ramai) karena gunung ini kerap menjadi jalur lintasan sejarah

Secara historis, kawasan sekitar Gunung Ciremai:

  • Menjadi jalur perdagangan lintas Priangan
  • Berkaitan dengan masa kerajaan Sunda–Galuh
  • Menjadi wilayah pengembangan budaya pesisir & pedalaman Jawa Barat

Di era modern, Ciremai ditetapkan sebagai taman nasional untuk melindungi ekosistem pegunungan, air catchment, dan kawasan hutan lindung.

Akses Menuju Basecamp

Akses menuju Gunung Ciremai cukup mudah, dengan beberapa pilihan jalur resmi.

A. Jalur Palutungan (Kuningan)

Akses dari:

  • Kuningan Kota → Cigugur → Palutungan

Karakter jalur:

  • Paling populer
  • Medan relatif stabil
  • Banyak pos pendakian

B. Jalur Linggarjati

Akses dari:

  • Kuningan → Cilimus → Linggarjati

Karakter:

  • Jalur tertua & paling menantang
  • Tanjakan panjang & curam
  • Cocok untuk pendaki berpengalaman

C. Jalur Apuy (Majalengka)

Akses:

  • Majalengka → Argapura → Apuy

Karakter:

  • Lebih landai di awal
  • Tanjakan bertahap
  • Cocok untuk pendaki pemula berlatih

Transportasi menuju basecamp dapat menggunakan:

  • Kendaraan pribadi
  • Travel / bus antarkota
  • Ojek lokal menuju pos registrasi

Perizinan Pendakian

Pendakian dilakukan melalui sistem simaksi taman nasional.

Syarat umum:

  • Registrasi di basecamp resmi
  • Mengisi data pendakian
  • Membawa identitas diri
  • Membawa logistik memadai
  • Menaati batas kuota pendaki

Pada periode tertentu, jalur dapat ditutup karena:

  • Kebakaran hutan
  • Aktivitas vulkanik
  • Musim kemarau ekstrem

Jalur Pendakian Gunung Ciremai

Berikut gambaran umum jalur pendakian resmi.


1) Jalur Palutungan (Favorit Pendaki)

Karakter:

  • Trek cukup stabil
  • Banyak titik camp
  • Pemandangan terbuka menjelang puncak

Estimasi waktu:

  • Naik: 7–10 jam
  • Turun: 5–7 jam

2) Jalur Linggarjati (Paling Menantang)

Ciri khas:

  • Tanjakan panjang & curam
  • Elevasi gain tinggi
  • Minim area datar

Disarankan untuk pendaki berpengalaman.


3) Jalur Apuy (Lebih Bersahabat)

Karakter:

  • Kontur bertahap
  • Ramai pada akhir pekan
  • Banyak rombongan pendaki

Durasi relatif lebih cepat dibanding jalur lain.

Tingkat Kesulitan

Gunung Ciremai termasuk Grade III – Menengah ke Sulit.

FaktorTingkat
Tanjakan & elevasi★★★★☆
Durasi pendakian★★★☆☆
Paparan angin puncak★★★★☆
Medan berbatu★★★☆☆
Risiko lelah / dehidrasi★★★★☆

Kesulitan utama terletak pada:

  • Tanjakan beruntun
  • Jalur terbuka menjelang puncak
  • Angin dingin & suhu rendah

Flora dan Fauna

Flora

  • Hutan tropis pegunungan
  • Pinus & puspa
  • Lumut & tanaman epifit
  • Edelweiss jawa di area tertentu

Fauna

  • Lutung & monyet ekor panjang
  • Landak
  • Burung endemik pegunungan
  • Serangga hutan

Pendaki wajib menjaga jarak dari satwa liar.

Musim Terbaik Pendakian

Waktu terbaik mendaki:

Mei – September (musim kemarau)

Pada musim hujan:

  • Jalur licin
  • Angin puncak lebih kuat
  • Risiko badai kabut meningkat

Pendakian tetap harus memperhatikan prakiraan cuaca.

Risiko dan Keselamatan

Risiko utama:

  • Kelelahan akibat tanjakan panjang
  • Hipotermia di area puncak
  • Dehidrasi
  • Angin kencang & suhu rendah
  • Potensi aktivitas vulkanik

Tips keselamatan:

  • Atur tempo jalan
  • Hindari membawa beban berlebih
  • Cukupi air & elektrolit
  • Gunakan pakaian hangat
  • Jangan memaksa summit saat cuaca buruk

Budaya dan Adat Lokal

Masyarakat sekitar Gunung Ciremai memiliki tradisi yang menghormati alam.

Etika yang perlu dijaga:

  • Menjaga tutur kata
  • Tidak membuat kegaduhan berlebihan
  • Tidak membuang sampah
  • Menghargai kawasan yang dianggap sakral

Gunung ini juga memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi sebagian masyarakat setempat.

Rekomendasi Perlengkapan

Peralatan Wajib

  • Sepatu trekking
  • Carrier 40–60L
  • Jaket gunung & pakaian hangat
  • Sleeping bag
  • Headlamp
  • Trekking pole

Logistik Pendukung

  • Air minum cukup
  • Sarung tangan & buff
  • P3K & obat pribadi
  • Ponco / jas hujan
  • Perbekalan energi

Estimasi Biaya Pendakian

KomponenEstimasi
Transport ke basecampRp 150.000 – 400.000
SimaksiRp 20.000 – 50.000
Logistik 2 hariRp 200.000 – 400.000
Porter / guide (opsional)Rp 200.000 – 300.000 / hari

Total estimasi biaya:
Rp 400.000 – 1.100.000 / orang

Itinerary Pendakian (2 Hari – Jalur Palutungan)

Hari 1
Basecamp → Pos pendakian → Camp area

Hari 2
Summit attack → Kawah Ciremai → Turun ke basecamp

Durasi dapat disesuaikan dengan kondisi tim.

Q Apakah Gunung Ciremai cocok untuk pemula?

Masih memungkinkan — asalkan dalam kondisi fisik baik dan didampingi senior.

Q Apakah ada mata air di jalur?

Terbatas — pendaki wajib membawa air cukup.

Q Apakah jalurnya teknis?

Tidak teknis, namun tanjakan panjang & curam.

Q Apakah area puncak berangin?

Ya — suhu dapat turun drastis.

Q Apakah bisa naik-turun satu hari?

Bisa pada jalur tertentu, tetapi cukup menguras tenaga.

Rate us and Write a Review

Your review is recommended to be at least 140 characters long

image

image