Gunung Nokilalaki adalah gunung tertinggi di Sulawesi Tengah dengan ketinggian sekitar 2.355 mdpl, terletak di jantung Taman Nasional Lore Lindu (TNLL). Gunung ini merupakan bagian dari Pegunungan Quarles dan dikenal sebagai kawasan dengan keanekaragaman hayati endemik tertinggi di Indonesia.
Berbeda dengan gunung-gunung savana atau vulkanik Jawa, Nokilalaki menawarkan:
Pendakian Gunung Nokilalaki bukan sekadar trekking, melainkan perjalanan ke salah satu laboratorium alam terpenting Indonesia.
Ketinggian: ± 2.355 mdpl
Lokasi: Kabupaten Sigi – Poso, Sulawesi Tengah
Kawasan: Taman Nasional Lore Lindu
Tipe Gunung: Pegunungan non-vulkanik
Karakter Medan: Hutan hujan, punggungan, lumut
Durasi Pendakian: 3-4 hari PP
Jalur Umum: Desa Sedoa / Kamarora
Status: Kawasan Konservasi Ketat
Gunung Nokilalaki memiliki keunikan yang sangat menonjol:
✔ Gunung tertinggi di Sulawesi Tengah
✔ Pusat endemisme flora & fauna Sulawesi
✔ Hutan lumut pegunungan yang tebal
✔ Jalur ekspedisi sunyi & alami
✔ Bagian dari kawasan megalitik Lore Lindu
Kawasan ini juga terkenal di kalangan ilmuwan karena:
Nama Nokilalaki berasal dari bahasa lokal suku Kaili dan Lore, yang secara umum merujuk pada gunung besar atau gunung tertinggi yang memiliki makna sakral.
Dalam kepercayaan masyarakat setempat:
Pada masa modern, kawasan ini mulai dikenal dunia melalui:
Akses menuju Gunung Nokilalaki relatif menantang.
Palu → Kulawi → Desa Sedoa / Kamarora
Transportasi:
Desa terakhir berfungsi sebagai:
Pendakian Gunung Nokilalaki wajib izin resmi TN Lore Lindu.
Persyaratan umum:
Pendakian tanpa izin dapat dikenai sanksi karena kawasan termasuk zona konservasi penting.
Karakter jalur:
Pos umum:
Durasi:
Jalur relatif jelas namun tetap membutuhkan navigasi yang baik.
| Faktor | Tingkat |
|---|---|
| Durasi | Menengah–panjang |
| Medan | Hutan lebat & lembap |
| Teknis | Non-teknikal |
| Navigasi | Menengah |
| Ketersediaan air | Terbatas di ketinggian |
Klasifikasi: Pendakian Menengah-Lanjutan (Hutan Tropis Sulawesi)
Gunung Nokilalaki berada di wilayah Wallacea, salah satu kawasan biodiversitas terpenting dunia.
Pendaki sering menemukan jejak satwa, terutama di area hutan primer.
Waktu terbaik:
✔ Mei – September (kemarau relatif)
Kurang direkomendasikan:
✘ Musim hujan (jalur licin & sungai meluap)
✘ Saat kabut ekstrem di punggungan
Cuaca Sulawesi Tengah cenderung lembap sepanjang tahun.
Risiko utama:
⚠ Jalur licin & berlumpur
⚠ Kabut tebal & visibilitas rendah
⚠ Potensi tersesat
⚠ Serangga hutan & pacet
⚠ Hipotermia akibat lembap
Tips keselamatan:
Masyarakat sekitar TN Lore Lindu sangat menjunjung tinggi:
Etika pendaki:
Perlengkapan wajib:
| Komponen | Estimasi |
|---|---|
| SIMAKSI TNLL | sesuai kebijakan |
| Transportasi Palu – desa | menengah |
| Logistik 4–5 hari | menengah |
| Guide lokal | sangat disarankan |
| Porter (opsional) | opsional |
Biaya sangat tergantung jumlah anggota tim dan durasi pendakian.
Itinerary 4 Hari 3 Malam
Hari 1
Palu → Desa Sedoa → Camp awal
Hari 2
Camp → Hutan pegunungan → Camp II
Hari 3
Summit attack → Puncak Nokilalaki → Camp
Hari 4
Turun → Desa → Palu
Tidak. Disarankan untuk pendaki berpengalaman.
Tidak. Jalur sangat sepi dan alami.
Sering diwajibkan dan sangat direkomendasikan.
Tidak ada sinyal di sebagian besar jalur.