Gunung Geureudong adalah gunung berapi yang terletak di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, dengan ketinggian sekitar 2.885 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Gunung ini dikenal memiliki lingkungan yang masih alami karena relatif jarang dikunjungi pendaki dibandingkan gunung tetangganya, Burni Telong.
Letaknya yang bersebelahan dengan gunung populer tersebut membuat Geureudong sering dianggap sebagai destinasi “hidden gem” di jalur Bukit Barisan.
Nama: Gunung Geureudong (sering disebut Burni Geureudong)
Lokasi: Kabupaten Bener Meriah, Aceh
Ketinggian: ±2.885 mdpl
Tipe: Gunung berapi
Karakter: Alam masih terjaga dan minim kunjungan
Salah satu daya tarik utama Gunung Geureudong adalah lanskapnya yang alami serta padang savana yang menjadi objek wisata alam di kawasan tersebut.
Selain itu, kawasan ini pernah menarik perhatian karena ditemukan bebatuan yang diduga merupakan situs hunian megalitik, menunjukkan potensi nilai arkeologis.
Gunung ini juga memiliki kawah kecil dan sumber air panas yang menjadi indikasi aktivitas vulkanik masa lalu.
Gunung Geureudong tidak hanya penting secara geologis, tetapi juga historis. Dalam cerita rakyat, wilayah sekitar gunung pernah digunakan sebagai tempat persembunyian dan strategi perang oleh pejuang Aceh saat melawan kolonial Belanda.
Lokasinya yang sulit dijangkau menjadikannya benteng alam yang aman pada masa konflik.
Pendaki dapat memulai perjalanan melalui Desa Bukit Mulie, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.
Secara umum, akses menuju wilayah ini biasanya dilakukan melalui kota-kota besar di Aceh sebelum melanjutkan perjalanan darat ke daerah pegunungan (rekomendasi logistik sebaiknya disiapkan sebelum tiba di desa).
Karena belum menjadi destinasi pendakian massal, informasi perizinan biasanya diperoleh melalui aparat desa atau masyarakat setempat sebelum melakukan pendakian.
Tips:
(Catatan: kebijakan dapat berubah, sehingga konfirmasi langsung di lokasi sangat dianjurkan.)
Informasi jalur Gunung Geureudong masih terbatas karena minimnya aktivitas pendakian. Banyak tim ekspedisi mengandalkan peta serta informasi dari penduduk lokal saat menjelajah kawasan ini.
Karakter jalur umumnya berupa hutan pegunungan dengan area terbuka seperti savana di beberapa titik.
Walaupun belum memiliki klasifikasi resmi, beberapa faktor membuat gunung ini cocok untuk pendaki berpengalaman:
Perkiraan: Menengah – Sulit
Gunung yang jarang didaki biasanya menuntut kemampuan survival dan manajemen logistik lebih baik.
Tanah di sekitar gunung tergolong subur dan dimanfaatkan untuk pertanian, terutama kopi—komoditas unggulan Bener Meriah.
Hal ini mengindikasikan ekosistem pegunungan yang mendukung vegetasi produktif serta hutan alami.
Tidak ada data khusus, namun secara umum wilayah Aceh memiliki curah hujan tinggi pada musim penghujan. Pendakian lebih disarankan saat periode cuaca stabil untuk mengurangi risiko jalur licin dan kabut tebal.
Rekomendasi:
Beberapa risiko yang perlu diperhatikan:
Tips keselamatan:
Gunung Geureudong berada di wilayah masyarakat Gayo, yang memiliki hubungan kuat dengan alam serta tradisi pertanian kopi.
Pendaki disarankan untuk menjaga etika, menghormati adat setempat, dan tidak merusak lingkungan.
Wajib:
Tambahan:
Perkiraan kasar (dari Banda Aceh atau kota besar terdekat):
| Komponen | Estimasi |
|---|---|
| Transport darat | Rp150.000 – Rp400.000 |
| Logistik | Rp250.000 – Rp500.000 |
| Pemandu lokal (opsional) | Rp300.000 – Rp600.000 / grup |
| Lain-lain | Rp100.000 |
Total: sekitar Rp500.000 – Rp1.200.000 per orang (tergantung gaya pendakian).
Hari 1:
Hari 2:
Hari 3:
Tambahkan 1 hari cadangan untuk cuaca buruk.
Tidak disarankan, karena jalur belum populer dan navigasi bisa menantang.
Alam yang masih liar, savana, serta nilai sejarah kawasan.
Tidak—justru dikenal jarang dikunjungi pendaki.
Umumnya melalui Desa Bukit Mulie di Kecamatan Timang Gajah.