loaderimg
image

Overview Gunung

Gunung Abong-Abong merupakan salah satu gunung tinggi di Provinsi Aceh yang menawarkan pengalaman pendakian penuh petualangan dengan kondisi alam yang masih sangat alami. Dengan ketinggian sekitar 2.985 meter di atas permukaan laut, gunung ini termasuk salah satu yang tertinggi di wilayah Aceh dan berada dalam rangkaian Pegunungan Bukit Barisan.

Gunung ini dikenal memiliki hutan tropis lebat, jalur yang jarang dilalui manusia, serta keanekaragaman hayati yang tinggi. Karakter alamnya yang belum banyak tersentuh membuat Abong-Abong cocok bagi pendaki yang mencari ekspedisi serius dibandingkan trekking populer.

Selain menjadi destinasi petualangan, gunung ini juga berperan penting sebagai daerah tangkapan air bagi Sungai Tripa yang mengalir hingga ke pesisir barat Sumatra.

Informasi Teknis

Ketinggian: Β±2.985 mdpl
Lokasi: Aceh Tengah dan sekitarnya di Provinsi Aceh
Tipe Gunung: Stratovolcano
Range: Bukit Barisan
Kategori: Gunung β€œRibu” (β‰₯1.000 m prominence)
Karakter: Hutan tropis rapat dan jalur jarang dijamah

Sejarah dan Etimologi

πŸ”οΈ Gunung Tertinggi Kedua di Aceh
Ketinggiannya menjadikannya salah satu target ekspedisi serius di wilayah tersebut.

🌳 Alam Nyaris Tak Tersentuh
Vegetasi sangat lebat dan kawasan relatif minim aktivitas manusia.

🧭 Pilar Triangulasi Bersejarah
Di puncak terdapat pilar peninggalan Belanda bernomor seri P.127.

🐾 Habitat Satwa Langka
Beberapa satwa liar yang jarang ditemukan di tempat lain hidup di lerengnya.

🌊 Sumber Aliran Sungai Tripa
Menjadi bagian penting sistem hidrologi wilayah barat Sumatra.

Akses Menuju Basecamp

Salah satu titik awal pendakian tercatat melalui Kampung Bukit Kemuning, Kecamatan Jagong Jeget (Aceh Tengah).

Gambaran akses umum:

  1. Terbang ke Banda Aceh atau kota besar di Aceh.
  2. Lanjut perjalanan darat menuju Aceh Tengah / Nagan Raya.
  3. Menuju desa awal pendakian menggunakan kendaraan lokal.

Karena lokasinya cukup terpencil, perencanaan logistik sangat disarankan.

Perizinan Pendakian

Walau belum sekomersial gunung populer, pendaki tetap dianjurkan untuk:

  • Melapor ke aparat desa atau pihak berwenang
  • Menggunakan pemandu lokal
  • Memberitahukan rencana perjalanan
  • Membawa identitas resmi

Pendakian di area terpencil tanpa koordinasi dapat meningkatkan risiko keselamatan.

Jalur Pendakian Gunung Abong-Abong

Karakter jalur:

  • Tanaman lebat
  • Vegetasi rotan
  • Akar besar
  • Bebatuan
  • Sabana perdu di beberapa area

Beberapa ekspedisi bahkan harus membuka jalur karena bagian trek sudah lama tidak dilalui manusia.

Pendakian bukan sekadar trekking β€” sering kali terasa seperti eksplorasi hutan liar.

Tingkat Kesulitan

Grade: III–IV (Menengah ke Sulit)

Pertimbangan:

  • Jalur panjang dan minim penanda
  • Navigasi kompleks
  • Vegetasi rapat
  • Potensi satwa liar

Gunung ini lebih cocok untuk pendaki berpengalaman atau tim ekspedisi.

Flora dan Fauna

Flora:

  • Anggrek hutan
  • Pepohonan tropis tinggi
  • Vegetasi khas hutan hujan Sumatra

Fauna:

  • Harimau Sumatra
  • Gajah Sumatra
  • Beragam burung endemik

Ekosistem ini menjadikan Abong-Abong kawasan penting bagi konservasi biodiversitas.

Musim Terbaik Pendakian

Gunung ini memiliki curah hujan tinggi bahkan saat musim kering, sehingga pendaki perlu memilih periode cuaca paling stabil.

Rekomendasi:
πŸ‘‰ Februari – September (relatif lebih aman)

Selalu cek prakiraan cuaca sebelum berangkat.

Risiko dan Keselamatan

Potensi risiko:

  • Jalur tertutup vegetasi
  • Navigasi sulit
  • Hujan intens
  • Satwa besar
  • Lokasi terpencil

Ekspedisi pernah menemukan jejak harimau, beruang, gajah, hingga rusa di sepanjang jalur.

Tips keselamatan:
βœ… Gunakan guide lokal
βœ… Bawa GPS offline
βœ… Trek dalam tim
βœ… Siapkan logistik ekstra

Budaya dan Adat Lokal

Wilayah Aceh didominasi masyarakat Muslim dengan tradisi religius kuat. Pendaki dianjurkan menjaga sikap, berpakaian sopan, dan menghormati norma masyarakat setempat.

Pendekatan ramah biasanya mempermudah koordinasi logistik maupun transportasi lokal.

Rekomendasi Perlengkapan

Wajib:

  • Carrier 60L+
  • Sepatu trekking heavy-duty
  • Parang / pisau survival (untuk jalur rapat)
  • Tenda ekspedisi
  • Rain gear
  • Filter air

Tambahan penting:

  • Kompas & GPS
  • Emergency blanket
  • Radio komunikasi (jika ada)

Gunung ini lebih dekat ke kategori ekspedisi daripada hiking santai.

Estimasi Biaya Pendakian

KomponenEstimasi
Transport antar kotaRp300.000 – Rp800.000
Logistik ekspedisiRp400.000 – Rp700.000
Guide lokalRp600.000 – Rp1.200.000
Perizinan & desaRp50.000 – Rp150.000

πŸ‘‰ Estimasi total: Rp900.000 – Rp2.000.000

Biaya dapat meningkat karena durasi dan tingkat kesulitan.

Itinerary Gunung

Itinerary 5–7 Hari (Ekspedisi Umum)

Hari 1: Kedatangan β†’ desa awal β†’ briefing
Hari 2–4: Trek hutan lebat β†’ buka jalur β†’ camp bertahap
Hari 5: Summit attack β†’ eksplor puncak
Hari 6–7: Turun gunung β†’ kembali ke desa

Catatan: Beberapa tim membutuhkan hingga 14 hari untuk mencapai puncak dalam ekspedisi pembukaan jalur.

Q Apakah Gunung Abong-Abong cocok untuk pemula?

Tidak disarankan. Gunung ini lebih cocok untuk pendaki berpengalaman.

Q Apa daya tarik utamanya?

Keaslian alam, biodiversitas tinggi, dan nuansa ekspedisi liar.

Q Apakah jalurnya ramai?

Tidak β€” justru menjadi daya tarik bagi pencinta eksplorasi.

Q Apakah wajib guide?

Sangat direkomendasikan karena navigasi sulit.

Q Berapa lama pendakian?

Umumnya 5–7 hari, tetapi bisa lebih lama tergantung kondisi jalur.

Rate us and Write a Review

Your review is recommended to be at least 140 characters long

image

image