Gunung Argopuro adalah gunung berapi tua yang terletak di Provinsi Jawa Timur dan dikenal luas sebagai jalur pendakian terpanjang di Pulau Jawa. Dengan karakter lintasan yang sangat panjang, medan naik-turun yang melelahkan, serta minim jalur evakuasi, Argopuro menjadi ujian ketahanan fisik dan mental para pendaki.
Meskipun ketinggiannya “hanya” sekitar 3.088 mdpl, tingkat kesulitan Gunung Argopuro tidak boleh diremehkan. Jalur pendakiannya menembus hutan lebat, sabana luas, punggungan panjang, hingga kawasan padang rumput alpine. Gunung ini masuk dalam kategori Grade IV, karena durasi pendakian yang panjang, manajemen logistik yang kompleks, dan risiko kelelahan ekstrem.
Gunung Argopuro cocok bagi pendaki berpengalaman yang ingin merasakan ekspedisi panjang non-teknis di Pulau Jawa.
Ketinggian: ± 3.088 mdpl
Lokasi: Probolinggo, Situbondo, dan Bondowoso – Jawa Timur
Koodinat: ± 7.992° LS, 113.595° BT
Tipe Gunung: Gunung Berapi Tua (Tidak Aktif)
Status Kawasan: Cagar Alam Pegunungan Iyang
Grading Pendakian: Grade IV – Sulit / Ekspedisi Panjang
Durasi Pendakian: 3-5 hari (PP)
Panjang Jalur: ± 43–45 km
Basecamp Umum: Baderan, Bremi
Sinyal: Sangat Terbatas
Gunung Argopuro memiliki banyak keunikan yang membuatnya legendaris di kalangan pendaki:
Argopuro bukan gunung yang “ramai”, tetapi sangat ideal bagi pendaki yang mencari ketenangan dan tantangan.
Nama Argopuro berasal dari bahasa Sanskerta:
Gunung ini diyakini sebagai kawasan pertapaan dan pusat spiritual pada masa Kerajaan Majapahit. Situs Rengganis, yang berada di jalur pendakian, dipercaya sebagai bekas tempat tinggal atau pertapaan Dewi Rengganis.
Secara geologis, Argopuro adalah gunung berapi purba yang telah lama tidak aktif, sehingga bentuknya lebih menyerupai pegunungan luas dibanding kerucut vulkanik.
Pendakian Gunung Argopuro umumnya melalui dua basecamp utama:
Rute:
Rute:
Basecamp Baderan lebih populer karena jalurnya melewati Situs Rengganis.
Pendaki wajib melakukan perizinan melalui:
Beberapa jalur membatasi jumlah pendaki per hari untuk menjaga kelestarian kawasan.
Ini adalah jalur paling terkenal dan menantang.
Karakteristik jalur:
Durasi: 3–5 hari
Kelebihan: Pemandangan beragam
Kekurangan: Sangat menguras stamina
Lebih pendek namun tetap berat.
| Faktor | Tingkat |
|---|---|
| Jarak & Durasi | ★★★★★ |
| Medan | ★★★★☆ |
| Navigasi | ★★★★☆ |
| Cuaca | ★★★☆☆ |
| Logistik | ★★★★☆ |
| Risiko Kelelahan | ★★★★★ |
Pendaki harus menjaga kebersihan agar tidak menarik satwa liar.
Musim terbaik:
Mei – September
Musim hujan membuat:
Pendakian pada musim kemarau lebih aman dan nyaman.
Risiko utama:
Tips keselamatan:
Masyarakat sekitar Argopuro memegang nilai adat dan kepercayaan lokal, terutama terkait Situs Rengganis.
Pendaki diwajibkan:
Argopuro dikenal sebagai gunung yang “tenang” dan sakral.
| Komponen | Estimasi |
|---|---|
| Transport lokal | Rp 200.000 – 500.000 |
| Simaksi / izin | Rp 15.000 – 30.000 |
| Logistik 4–5 hari | Rp 400.000 – 700.000 |
| Porter (opsional) | Rp 250.000 – 350.000 / hari |
Total Estimasi:
Rp. 700.000 – 1.500.000 / orang
Hari 1:
Basecamp Baderan – Cikasur
Hari 2:
Cikasur – Rengganis – Savana Lonceng
Hari 3:
Savana Lonceng – Puncak Rengganis – Camp 4
Hari 4:
Camp 4 – Basecamp Bremi
Itinerary bisa disesuaikan dengan kecepatan tim.
Tidak disarankan untuk pemula.
Bukan, tetapi jalurnya paling panjang.
Tidak teknis, tetapi sangat melelahkan.
Ada, tetapi terbatas dan harus direncanakan.
Hampir tidak ada sinyal.