Gunung Burni Telong merupakan salah satu gunung api paling populer di Provinsi Aceh, terutama bagi pendaki pemula hingga menengah. Terletak di dataran tinggi Gayo yang terkenal dengan perkebunan kopinya, gunung ini menawarkan panorama spektakuler berupa hamparan awan, perbukitan hijau, serta pemandangan kawah aktif dari dekat.
Nama “Burni” dalam bahasa Gayo berarti “gunung,” sehingga Burni Telong dapat diartikan sebagai “Gunung Telong.” Gunung ini terkenal karena jalurnya yang terbuka menjelang puncak, memberikan pengalaman summit attack dengan view dramatis—terutama saat matahari terbit.
Dengan jalur yang relatif pendek namun menantang, Burni Telong cocok untuk pendaki yang ingin merasakan sensasi gunung api aktif tanpa harus melakukan ekspedisi panjang.
Ketinggian: ±2.617 mdpl
Koordinat: 4.769° LU, 96.824° BT
Tipe Gunung: Stratovolcano aktif
Letusan Terakhir: Aktivitas fumarola masih sering terlihat
Durasi Pendakian: 1–2 hari
Basecamp Populer: Desa Rembune
Beberapa daya tarik utama Gunung Burni Telong antara lain:
Secara geologis, Burni Telong terbentuk akibat aktivitas tektonik pada jalur vulkanik Bukit Barisan. Gunung ini telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Gayo, baik sebagai penunjuk arah alami maupun sumber kesuburan tanah.
Nama “Telong” diyakini berasal dari bahasa lokal yang merujuk pada bentuk gunung atau karakter geografis tertentu, meski interpretasinya dapat berbeda antar kampung.
Rute umum menuju Desa Rembune:
Transportasi tersedia dalam bentuk travel, bus antarkota, maupun kendaraan sewaan.
Sebelum mendaki, pastikan Anda:
Pendakian dapat ditutup sewaktu-waktu jika aktivitas vulkanik meningkat.
Karakteristik jalur:
Pos 1 – Hutan Tropis
Vegetasi rapat dengan trek tanah yang cukup landai.
Pos 2 – Hutan Montane
Mulai terasa dingin, jalur sedikit menanjak.
Pos 3 – Batas Vegetasi
Pepohonan mulai jarang, angin lebih kencang.
Summit Ridge
Didominasi pasir dan batu vulkanik dengan kemiringan tinggi—cukup menguras tenaga.
Puncak & Kawah
Area terbuka dengan panorama 360°.
Grade: II (Pemula–Menengah)
Faktor penentu kesulitan:
Namun secara keseluruhan masih ramah bagi pendaki yang memiliki kondisi fisik baik.
Gunung Burni Telong menyimpan biodiversitas khas Sumatra:
Flora:
Fauna:
Selalu hindari memberi makan satwa liar.
Ideal: Mei – September (musim relatif kering)
Hindari pendakian pada puncak musim hujan karena:
Untuk sunrise terbaik, lakukan summit attack sekitar pukul 03.00–04.00.
Risiko yang perlu diperhatikan:
Tips keselamatan:
Wilayah Gayo dikenal menjunjung tinggi nilai sopan santun dan keramahan. Pendaki dianjurkan:
Kopi Gayo merupakan kebanggaan lokal—jangan lewatkan untuk mencicipinya.
Wajib:
Opsional tapi disarankan:
| Komponen | Estimasi |
|---|---|
| Transport lokal | Rp100.000 – Rp300.000 |
| Simaksi | Rp10.000 – Rp25.000 |
| Porter (opsional) | Rp300.000+/hari |
| Logistik | Rp150.000 – Rp250.000 |
Total hemat: ±Rp300.000 – Rp600.000
Total nyaman: ±Rp700.000 – Rp1.200.000
Hari 1
Hari 2
Alternatif: Pendaki cepat bisa melakukan tektok, namun tidak disarankan bagi pemula.
Ya, dengan persiapan fisik yang baik.
Ya, sehingga penting memantau status vulkanik sebelum mendaki.
Sangat terbatas—bawa air dari bawah.
Pagi hari saat musim kemarau.
Tidak wajib, tetapi direkomendasikan bagi pendaki pertama.