loaderimg
image

Overview Gunung

Gunung Gandang Dewata adalah gunung tertinggi di Provinsi Sulawesi Barat dengan ketinggian sekitar 3.037 mdpl. Gunung ini berada di wilayah Kabupaten Mamasa dan menjadi bagian dari Pegunungan Quarles yang membentang di Sulawesi bagian tengah.

Gandang Dewata dikenal sebagai gunung dengan karakter ekspedisi hutan pegunungan tropis, jalur panjang, lembap, dan dipenuhi vegetasi rapat. Dibandingkan gunung di Jawa maupun Sumatra, Gandang Dewata menawarkan pengalaman mendaki yang lebih liar, alami, dan jarang terjamah.

Karena medannya yang berat, logistik yang kompleks, serta akses yang terbatas, gunung ini sering digolongkan ke dalam Grade IV – Sulit / Ekspedisi Panjang. Pendakian sangat cocok untuk pendaki berpengalaman yang menyukai petualangan dan eksplorasi kawasan pegunungan yang masih perawan.

Informasi Teknis

Ketinggian: ± 3.037 mdpl
Lokasi: Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat
Koordinat: ± 2.80° LS, 119.32° BT
Tipe Gunung: Pegunungan non-vulkanik
Status Kawasan: Hutan Lindung & Kawasan Adat
Grading Pendakian: Grade IV – Ekspedisi Sulit
Durasi Pendakian: 3-5 hari (PP)
Karakter Medan: Hutan rapat, tanah lembap, punggungan sempit
Sumber Air: Terbatas di beberapa titik
Akses Basecamp: Desa Rantepongko / Desa Orobua

Keunikan Gunung

Gunung Gandang Dewata memiliki ciri khas yang membedakannya dari gunung lain di Indonesia:

  • Salah satu puncak 3.000 mdpl di kawasan timur Indonesia
  • Hutan pegunungan yang masih sangat alami
  • Habitat spesies endemik Sulawesi
  • Jalur pendakian bernuansa ekspedisi
  • Budaya masyarakat adat Mamasa yang kuat
  • Minim intervensi wisata massal

Bagi pendaki yang mengutamakan ketenangan alam liar, Gandang Dewata menghadirkan pengalaman mendaki yang autentik.

Sejarah dan Etimologi

Nama “Gandang Dewata” berasal dari bahasa masyarakat Mamasa:

  • Gandang = gendang
  • Dewata = makhluk suci / penghuni langit

Gunung ini dipercaya sebagai gunung keramat dan dianggap sebagai tempat bersemayam roh leluhur dalam kepercayaan tradisional setempat.

Dalam tradisi lokal, kawasan gunung dihormati sebagai wilayah sakral sehingga masyarakat sangat menjaga keselarasan antara manusia dan alam.

Jejak pengenalan Gandang Dewata sebagai objek pendakian baru berkembang dalam satu dekade terakhir, menjadikannya salah satu gunung relatif baru dalam peta mountaineering Indonesia.

Akses Menuju Basecamp

Rute menuju kawasan Mamasa membutuhkan perjalanan darat cukup panjang.

Rute dari Makassar

Makassar → Polewali Mandar → Mamasa → Desa Rantepongko / Orobua

Transportasi umumnya:

  • Mobil travel
  • Angkutan pedesaan
  • Ojek lokal menuju titik awal trekking

Perjalanan menuju desa basecamp memakan waktu 8–12 jam tergantung kondisi jalan.

Perizinan Pendakian

Pendaki diharuskan melakukan:

  • Lapor ke pihak desa / pengelola lokal
  • Mengisi buku tamu pendakian
  • Menunjukkan identitas diri
  • Mengikuti briefing jalur
  • Menghormati aturan adat

Di beberapa periode, pendakian bisa ditutup karena:

  • Upacara adat
  • Kondisi cuaca ekstrem
  • Pertimbangan keselamatan

Disarankan menghubungi koordinator pendakian lokal sebelum berangkat.

Jalur Pendakian Gunung Gandang Dewata

Jalur utama pendakian dimulai dari Rantepongko.

Karakter jalur:

  • Hutan hujan tropis rapat
  • Beberapa segmen berlumpur
  • Punggungan panjang
  • Tanah lembap dengan akar pohon besar
  • Kemiringan bervariasi

Beberapa pos yang umum dilalui:

  1. Desa Rantepongko
  2. Area kebun masyarakat
  3. Hutan primer
  4. Punggungan utama
  5. Camp area
  6. Puncak Gandang Dewata

Durasi pendakian rata-rata:

  • Naik : 2–3 hari
  • Turun : 1–2 hari

Pendakian pulang-pergi sehari sangat tidak disarankan.

Tingkat Kesulitan

FaktorTingkat
Medan Hutan★★★★★
Jarak & Durasi★★★★☆
Navigasi★★★★☆
Cuaca & Kabut★★★★☆
Risiko Lelah / Dehidrasi★★★★☆

Kesulitan utama pendakian:

  • Tanah licin dan berlumpur
  • Jalur tertutup vegetasi
  • Kelembapan tinggi
  • Perjalanan panjang antar pos

Pendakian dilakukan dengan ritme ekspedisi, bukan trekking cepat.

Flora dan Fauna

Flora

  • Hutan hujan tropis pegunungan
  • Lumut & tanaman epifit
  • Pohon besar berkanopi rapat
  • Vegetasi lembap khas Sulawesi tengah

Fauna (endemik Sulawesi)

  • Anoa (jarang terlihat)
  • Tarsius
  • Burung rangkong
  • Macaca maura
  • Kupu-kupu hutan pegunungan

Pendaki wajib menjaga jarak dan tidak meninggalkan sampah.

Musim Terbaik Pendakian

Waktu terbaik:

Juni – September (musim kering Sulawesi)

Pada musim hujan:

  • Jalur menjadi sangat licin
  • Sungai kecil meluap
  • Risiko longsor meningkat
  • Waktu tempuh bertambah lama

Pendakian musim hujan sangat tidak direkomendasikan.

Risiko dan Keselamatan

Risiko utama di Gandang Dewata:

  • Hipotermia malam hari
  • Lumpur dan jalur licin
  • Orientasi jalur menurun saat berkabut
  • Kelelahan karena beban logistik
  • Minim titik evakuasi cepat

Tips keselamatan:

  • Gunakan trekking pole
  • Manajemen air dan energi
  • Bergerak dalam tim
  • Ikuti arahan pemandu lokal

Pendakian solo sangat tidak disarankan.

Budaya dan Adat Lokal

Wilayah ini memiliki nilai adat yang kuat.

Pendaki diimbau:

  • Menjaga tutur kata
  • Menghormati tempat yang dianggap sakral
  • Tidak membuang sampah sembarangan
  • Tidak membuat kegaduhan berlebihan

Beberapa area dipercaya sebagai kawasan ritual – ikuti arahan warga setempat.

Rekomendasi Perlengkapan

Peralatan Wajib

  • Sepatu trekking ber-grip kuat
  • Jas hujan / ponco
  • Trekking pole
  • Tenda kuat kelembapan tinggi
  • Sleeping bag suhu dingin
  • Headlamp + baterai cadangan

Logistik Tambahan

  • Dry bag & rain cover
  • Obat pribadi & P3K
  • Kaos kaki cadangan
  • Sarung tangan & buff
  • Air minum + tablet elektrolit

Estimasi Biaya Pendakian

KomponenEstimasi
Transport Makassar – MamasaRp 300.000 – 600.000
Transport desa / ojekRp 100.000 – 200.000
Perizinan lokalRp 20.000 – 50.000
Logistik 3–5 hariRp 400.000 – 700.000
Porter / Guide (opsional)Rp 250.000 – 400.000 / hari

Total estimasi biaya:
Rp 900.000 – 2.000.000 / orang
tergantung durasi & logistik tim.

Itinerary Pendakian (4 Hari – Standar Ekspedisi)

Hari 1
Mamasa → Rantepongko → Awal jalur → Camp 1

Hari 2
Camp 1 → Hutan pegunungan → Camp utama

Hari 3
Camp → Summit attack → Kembali ke camp

Hari 4
Camp → Rantepongko → Mamasa

Waktu tempuh dapat berubah sesuai kondisi cuaca.

Q Apakah Gandang Dewata cocok untuk pemula?

Tidak disarankan — jalur berat dan panjang.

Q Apakah perlu pemandu lokal?

Sangat direkomendasikan.

Q Apakah ada sinyal di jalur?

Hampir tidak ada.

Q Apakah jalurnya teknis?

Tidak teknis, namun menuntut fisik & orientasi jalur.

Q Apakah bisa ditempuh 2 hari?

Tidak direkomendasikan demi keselamatan.

Rate us and Write a Review

Your review is recommended to be at least 140 characters long

image

image