Gunung Halimun–Salak merupakan sebuah kompleks pegunungan di Jawa Barat yang berada dalam kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Pegunungan ini terdiri dari dua puncak utama:
Gunung Halimun–Salak terkenal sebagai:
Berbeda dari gunung wisata populer, Halimun–Salak memiliki karakter:
Pendakian di gunung ini sangat cocok bagi pendaki yang menyukai:
Ketinggian Puncak Salak: ± 2.211 mdpl
Ketinggian Puncak Halimun: ± 1.929 mdpl
Lokasi: Bogor – Sukabumi – Lebak
Kawasan: TNG Halimun Salak
Tipe Gunung: Vulkanik
Status: Gunung Api Aktif (Salak)
Karakter Medan: Hutan basah, lembap, akar dan bebatuan
Durasi Pendakian: 6-10 jam (tergantung jalur)
Beberapa keunggulan Halimun–Salak:
✔ Hutan hujan tropis terluas di Jawa
✔ Lembah berkabut & kanopi hutan rapat
✔ Air terjun alami dalam kawasan hutan
✔ Habitat owa jawa & macan tutul jawa
✔ Situs sejarah & jalur eksplorasi lama
Gunung ini juga terkenal dengan:
Nama “Halimun” berasal dari bahasa Sunda yang berarti kabut — sesuai karakter kawasan yang sering diselimuti kabut tebal.
Sementara nama “Salak” diduga berasal dari:
Pada masa kolonial, kawasan Halimun–Salak:
Kini kawasan ini ditetapkan sebagai:
Akses utama menuju kawasan pendakian:
Rute umum:
Bogor → Ciampea → Pamijahan → Gunung Bunder
Transportasi dapat menggunakan:
Area ini juga populer untuk:
Akses menuju Halimun lebih terbatas dan cocok untuk:
Beberapa jalur memerlukan pendampingan petugas / guide lokal.
Pendakian dalam kawasan TNGHS wajib izin resmi.
Persyaratan umum:
Beberapa jalur tertentu:
Pendakian ilegal sangat tidak disarankan karena kawasan merupakan habitat satwa dilindungi.
Ciri jalur:
Pos umum:
Waktu tempuh:
Karakter jalur:
Sangat direkomendasikan untuk:
Biasanya membutuhkan pendamping lokal / ranger.
| Faktor | Tingkat |
|---|---|
| Elevasi gain | Menengah |
| Medan | Licin & lembap |
| Teknis | Non-teknikal |
| Durasi trekking | Menengah–panjang |
| Navigasi | Membutuhkan kewaspadaan |
Klasifikasi: Pendakian Hutan Basah – Menengah
Gunung Halimun–Salak merupakan hotspot biodiversitas Jawa, dengan:
Pendaki wajib menjaga ketenangan kawasan.
Periode terbaik:
✔ Mei – September (kemarau)
Periode kurang direkomendasikan:
✘ Musim hujan
✘ Saat kabut tebal & angin lembap
✘ Ketika taman nasional menutup jalur konservasi
Perhatian utama di Halimun–Salak:
⚠ Jalur licin & berlumpur
⚠ Kabut tebal
⚠ Lintah & serangga hutan
⚠ Hipotermia lembap
⚠ Risiko tersesat jika keluar jalur
Tips keselamatan:
Kawasan Halimun memiliki:
Etika pendakian:
Perlengkapan penting:
Disarankan membawa obat anti-lintah & lotion serangga.
| Komponen | Estimasi |
|---|---|
| Izin & retribusi TNGHS | menyesuaikan kebijakan |
| Transportasi | sedang |
| Logistik | menengah |
| Guide / ranger (opsional) | disarankan untuk beberapa jalur |
| Parkir / basecamp | opsional |
Biaya dapat berbeda berdasarkan:
Itinerary 2 Hari 1 Malam — Puncak Salak via Gunung Bunder
Hari 1
Basecamp → Hutan Basah → Punggungan Jalur → Camp Area
Hari 2
Summit → Eksplorasi punggungan → Turun melalui jalur yang sama
Cocok untuk pendaki berpengalaman pemula yang terbiasa trek hutan basah.
Ya — seluruh pendakian berada di kawasan konservasi resmi.
Sebagian jalur hanya dibuka untuk riset / izin khusus.
Tidak disarankan karena kawasan hutan cenderung sunyi & licin.