Gunung Kerinci adalah ikon tertinggi Pulau Sumatra, gunung berapi tertinggi di Asia Tenggara, serta salah satu puncak paling penting dalam daftar Indonesia’s 7 Summits. Berdiri megah di perbatasan Jambi dan Sumatera Barat, Gunung Kerinci berada dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, sebuah bentang alam konservasi terbesar di Sumatra dan habitat penting harimau sumatra, gajah sumatra, serta berbagai flora dan fauna endemik.
Gunung ini terkenal dengan jalur pendakiannya yang panjang, hutan tropis lebat, tebing curam, hingga pemandangan kawah raksasa yang mengeluarkan asap belerang. Kombinasi petualangan, tantangan fisik, kekayaan ekosistem, dan panorama alam menjadikan Kerinci sebagai salah satu trek pendakian terbaik di Indonesia.
Informasi Teknis
Nama Gunung: Gunung Kerinci Ketinggian: 3.805 mdpl Provinsi: Jambi & Sumatra Barat Koordinat: 1.697°S – 101.264°E Tipe Gunung: Stratovolcano (aktif) Zona Konservasi: Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Status: Gunung berapi aktif Bagian dari: 7 Summits Indonesia (puncak tertinggi Sumatra) Durasi Pendakian: 2-4 hari Tingkat Kesulitan: ★★★★☆ Sulit – Ekspedisi Menengah Jalur Resmi: Jalur Kersik Tuo (paling populer) Karakter Pendakian: Hutan lebat, akar besar, jalur vertikal, kerikil vulkanik
Sejarah, Etimologi, dan Nilai Budaya
Asal Usul Nama “Kerinci”
Nama Kerinci dipercaya berasal dari:
Kata “Kurinci/kurenchi”, bahasa Tamil kuno yang berarti gunung tinggi
Nama suku asli di wilayah tersebut, Suku Kerinci
Legenda lokal tentang “gunung yang ditinggikan para dewa”
Berbagai manuskrip abad ke-7 hingga ke-12 menyebut wilayah ini sebagai pusat perdagangan emas dan kayu manis, yang hingga kini menjadi komoditas khas Kerinci.
Kisah Ekspedisi Awal
1877: Elio Modigliani (penjelajah Italia) mendokumentasikan wilayah Kerinci
1900-an: Peneliti Belanda memetakan rute hutan dan puncak
1970–2000: Jalur pendakian dibuka untuk publik
Sekarang: Menjadi destinasi pendakian paling populer di Sumatra
Kerinci juga memiliki nilai budaya kuat, terutama bagi masyarakat Kerinci yang menyebut gunung ini sebagai tempat sakral dan pusat ekosistem hidup.
Geologi & Keunikan Alam Gunung Kerinci
Gunung Kerinci adalah gunung berapi aktif tipe stratovolcano yang terbentuk oleh pertemuan Lempeng Indoaustralia dan Eurasia. Kondisi ini menciptakan:
Lapisan lava komposit
Dinding curam
Medan kerikil vulkanik yang licin
Kawah besar berdiameter ±400 meter
Kawah Gunung Kerinci
Kawahnya berwarna hijau kebiruan, mengeluarkan asap belerang putih, dan terlihat jelas dari bibir puncak hingga radius beberapa kilometer.
Panorama dari Puncak
Pendaki dapat melihat:
Danau Gunung Tujuh
Pegunungan Bukit Barisan
Hutan lebat TNKS
Lembah dan kebun kayu manis
Awan yang mengalir seperti “samudra putih”
Panoramanya menjadi salah satu yang paling dramatis di Indonesia.
Flora dan Fauna Eksklusif
Karena berada dalam salah satu hutan tropis terbaik Asia, Kerinci memiliki biodiversitas tinggi.
Flora Khas
Hutan Dipterocarp
Kantong semar (Nepenthes spp.)
Lumut tebal dan tumbuhan epifit
Rafflesia arnoldi (di area sekitar TNKS)
Edelweiss Jawa-Sumatra (sentero)
Fauna Ikonik
Taman Nasional Kerinci Seblat adalah habitat:
Harimau Sumatra
Beruang madu
Rangkong
Surili
Kucing emas
Macan dahan
Ribuan spesies burung
Meski jarang terlihat, tanda-tanda satwa seperti jejak atau suara kerap ditemukan di jalur.
Akses dan Transportasi Menuju Gunung Kerinci
Titik Tujuan Utama: Kersik Tuo
Semua pendaki biasanya menuju Desa Kersik Tuo, Kabupaten Kerinci, Jambi.
Jalur Pesawat
Bandara terdekat:
Bandara Depati Parbo (Kerinci) – paling dekat
Bandara Minangkabau (Padang) – akses paling umum
Dari Padang
Durasi: 6–8 jam
Moda: travel, bus pariwisata, rental mobil
Rute: Padang → Solok → Kayu Aro → Kersik Tuo
Dari Jambi
Durasi: 9–12 jam
Akses minim, tetapi tersedia bus malam
Menuju Basecamp
Dari Kersik Tuo ke gerbang TNKS:
Ojek 10–15 menit
Mobil sewaan/travel
Basecamp & Titik Registrasi Pendakian
Basecamp resmi berada di desa Kersik Tuo, menyediakan:
Penginapan
Peralatan sewa
Porter/guide
Logistik tambahan
Loket pendaftaran
Basecamp populer:
Bang Tawi
Wandi
Paiman
Semesta Kerinci
Setiap basecamp biasanya menyediakan briefing sebelum pendakian.
Perizinan dan Biaya Pendakian
Pendakian melalui sistem booking:
Booking Online TNKS
Bayar retribusi di gerbang
Estimasi biaya:
Pendaki lokal: Rp 30.000–50.000
Pendaki mancanegara: Rp 150.000–250.000
Ojek ke gerbang: Rp 20.000–40.000
Sewa alat: bervariasi
Disarankan booking H-14 karena kuota terbatas.
Jalur Pendakian Resmi Gunung Kerinci (Kersik Tuo)
Ringkasan Jalur
Total durasi: 2–3 hari Jarak: ±12 km Kesulitan: Menengah – Sulit
Zona Jalur
Pos 1 – 3: Hutan tropis basah
Shelter 1 – 3: Jalur terjal dan akar besar
Tugu Yudha: Titik istirahat besar
Puncak Kerinci: Kerikil vulkanik, medan paling berat
Pos 1 – Pos 2
Medan: tanah lembap, akar kecil
Durasi: 1–1,5 jam
Hutan masih relatif landai
Pos 2 – Pos 3
Jalur mulai menanjak
Banyak sungai kecil ketika musim hujan
Suhu mulai turun
Shelter 1
Area camp pertama
Jalur akar besar
Kemiringan 50–60°
Shelter 2
Lebih luas
Sumber air sementara (musiman)
Cocok untuk camp
Shelter 3
Camp area populer
Angin cukup kuat
Dari sini vegetasi berubah ke semak dan lumut
Menuju Puncak
Tantangan utama:
Jalur pasir dan kerikil vulkanik
Kemiringan 60–70°
Risiko kepleset tinggi
Angin dingin dan kuat
Durasi dari Shelter 3 ke puncak: 3–5 jam
Puncak Gunung Kerinci
Ketinggian: 3.805 mdpl
Keunikan puncak:
Kawah raksasa mengeluarkan asap
Tebing curam namun aman bila berada di area yang ditetapkan
Sunrise terbaik di Sumatra
View 360° Pegunungan Bukit Barisan
Ketika cuaca cerah, pendaki dapat melihat:
Danau Gunung Tujuh
Danau Bento
Permukiman Kayu Aro
Perbukitan TNKS sejauh mata memandang
Cuaca dan Musim Terbaik Pendakian
Musim terbaik:
Juni – Agustus (musim kemarau)
September – Oktober (transisi, masih bagus)
Hindari:
Desember – Februari (hujan lebat, jalur licin)
Erupsi aktif atau status Siaga
Tingkat Kesulitan Pendakian
Kategori: Sulit (Level Ekspedisi Menengah)
Faktor utama:
Trek panjang
Jalur akar & tanah basah
Hutan lebat
Final push menuju puncak sangat terjal
Angin dan suhu ekstrem di atas 3.000 mdpl
Namun secara teknis, Kerinci tidak membutuhkan peralatan panjat tebing.