Gunung Latimojong merupakan gunung tertinggi di Pulau Sulawesi dan termasuk dalam jajaran 7 Summits Indonesia sebagai wakil dari kawasan Sulawesi. Puncak tertingginya bernama Puncak Rante Mario yang memiliki ketinggian 3.478 meter di atas permukaan laut. Berbeda dengan banyak gunung tertinggi Indonesia lainnya yang merupakan gunung berapi, Latimojong adalah gunung tua dengan karakteristik pegunungan tropis yang lebat, dipenuhi oleh hutan hujan, lumut, dan vegetasi keras khas pegunungan basah.
Gunung ini berada di dalam kawasan Pegunungan Latimojong, sebuah bentangan alam yang menghubungkan beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan. Latimojong tidak hanya penting secara geografis, tetapi juga memiliki nilai ekologis, budaya, dan spiritual yang tinggi. Keaslian alamnya yang masih murni membuatnya menjadi surga bagi pendaki yang mencari petualangan liar dan pengalaman alami yang autentik.
Pendakian ke Latimojong terkenal dengan vegetasi hutan tropis yang rapat, jalur licin, banyak aliran sungai kecil, serta keberadaan hutan lumut yang menyelimuti pepohonan — membuat suasana pendakian tampak seperti dunia fantasi.
Latimojong bukan hanya puncak tertinggi, tetapi juga simbol kekuatan alam Sulawesi, tempat melahirkan kisah-kisah para pejuang pendakian yang menaklukkan salah satu gunung paling liar dan menantang di Indonesia.
Ketinggian: 3.478 mdpl
Tipe Gunung: Pegunungan non-vulkanik
Lokasi: Enrekang, Sulawesi Selatan
Zona Ekosistem: Hutan hujan tropis, hutan lumut
Suhu: 5 – 20°C, 0-5°C di puncak
Tingkat Kesulitan: ★★★★☆ Sulit
Durasi Pendakian: 2-4 hari tergantung fisik & kondisi cuaca
Jalur Resmi: Jalur Karangan (umum)
Musim Terbaik: Juni – September (kemarau)
Nama “Latimojong” berasal dari bahasa lokal yang merujuk pada deretan pegunungan besar di Sulawesi Selatan. Puncak tertingginya, “Rante Mario”, dalam bahasa suku setempat memiliki arti yang mengandung makna:
Sehingga Rante Mario kerap diartikan sebagai:
👉 Padang Kebahagiaan atau Dataran Tinggi Pembawa Keceriaan
Wilayah Latimojong juga memiliki keterkaitan dengan budaya suku Duri dan Toraja. Masyarakat lokal memandang pegunungan ini sebagai bagian penting dari sistem ekologi, sumber mata air, dan simbol keseimbangan hidup.
Secara geologis, Latimojong adalah bagian dari Pegunungan Verbeek, formasi geologi tua yang terdiri dari batuan metamorf dan granit — menjadikannya berbeda secara karakter dengan gunung-gunung berapi lain di Indonesia.
Ini adalah jalur yang digunakan >95% pendaki karena akses mudah dan fasilitas masyarakat yang memadai.
Desa Karangan adalah titik awal pendakian Latimojong. Desa ini memiliki:
Pendaki biasanya memulai perjalanan pagi hari agar perjalanan lebih efisien.
Jalur Karangan memiliki 8 pos pendakian:
Ciri-ciri:
Durasi: 1–1.5 jam dari titik awal
Karakter jalur:
Dikenal sebagai area yang semakin sulit.
Catatan:
Durasi: 1–1.5 jam
Biasanya digunakan untuk istirahat panjang.
Ciri:
Nama “Tongkat Batu” berasal dari struktur batu tegak memanjang.
Ciri utama:
Inilah area legendaris Gunung Latimojong.
Karakter:
Pendaki wajib berhati-hati di sini karena medan licin.
Wilayah ini merupakan area peralihan vegetasi:
Biasanya pendaki camp di Pos 7 atau lanjut hingga ke Pelataran Summit Camp.
Puncak Latimojong memiliki karakter berbeda dengan banyak puncak gunung lain di Indonesia.
Ciri-ciri:
Dari puncak, pendaki dapat menyaksikan:
Sunrise di puncak Rante Mario adalah salah satu yang terbaik di Indonesia.
Pendakian dimulai dari Desa Karangan.
Tidak ada tiket taman nasional karena Latimojong tidak berada di bawah Balai Taman Nasional.
Makassar → Enrekang → Baraka → Desa Karangan
Durasi perjalanan ± 8–9 jam.
Pilihan transportasi:
Vegetasi lumut Latimojong merupakan salah satu yang terindah di Indonesia.
Fauna besar jarang terlihat, tetapi suara burung dan hylocephala kerap terdengar sepanjang jalur.
Faktor yang menyulitkan pendakian:
Latimojong cocok untuk pendaki yang sudah berpengalaman.
Latimojong memiliki iklim basah tropis.
Curah hujan tinggi membuat pendakian di musim hujan sangat berisiko.
Risiko utama:
Pendaki wajib menjaga kondisi fisik dan membawa perlengkapan lengkap.
Masyarakat suku Duri dan daerah Baraka dikenal ramah.
Nilai budaya yang penting:
Pendaki sangat dihargai bila menjaga kebersihan dan tata krama.
Makassar → Enrekang → Karangan
Karangan → Pos 1 → Pos 2 → Pos 3
Camp Pos 3
Pos 3 → Pos 4 → Pos 5 → Pos 6 → Pos 7
Camp Pos 7
Summit Rante Mario → Turun ke Pos 3 → Karangan → Enrekang
Ya, terutama saat hujan karena jalur menjadi licin ekstrem.
3D2N adalah durasi paling efisien.
Untuk pemula → sangat disarankan.