Gunung Masurai adalah gunung berapi besar di Provinsi Jambi, Sumatra, dengan ketinggian sekitar 2.930 mdpl. Gunung ini dikenal sebagai salah satu gunung tertinggi di Jambi dan memiliki bentang alam vulkanik yang sangat kompleks, termasuk kaldera luas, danau kawah, serta punggungan panjang.
Masurai bukan gunung wisata ramai. Pendaki yang datang ke sini umumnya mencari:
Gunung ini sering dikategorikan sebagai gunung menengah–lanjutan, dengan jalur yang panjang dan kondisi alam yang masih liar.
Ketinggian: ± 2.930 mdpl
Lokasi: Kabupaten Merangin, Jambi
Pegunungan: Pegunungan Bukit Barisan
Tipe Gunung: Stratovolcano
Status: Tidak aktif (dorman)
Karakter Medan: Hutan lebat, punggungan, kaldera
Grading: Grade III
Durasi Pendakian: 3-4 hari PP
Gunung Masurai memiliki sejumlah keunikan khas pegunungan Sumatra:
✔ Salah satu gunung tertinggi di Provinsi Jambi
✔ Memiliki kaldera luas dengan danau kawah
✔ Jalur panjang dan relatif sepi pendaki
✔ Hutan montana Sumatra yang masih utuh
✔ Panorama punggungan Bukit Barisan
Selain pendakian, Masurai juga menarik bagi:
Nama Masurai dipercaya berasal dari bahasa lokal masyarakat setempat, yang merujuk pada gunung besar atau gunung yang menjulang tinggi.
Dalam kepercayaan masyarakat sekitar:
Secara geologis, Masurai merupakan gunung api tua yang pernah aktif dan membentuk kaldera besar akibat letusan purba. Aktivitas vulkaniknya kini telah mereda, namun jejaknya masih sangat jelas pada lanskap puncak.
Akses menuju Gunung Masurai relatif menantang namun dapat ditempuh dengan kendaraan darat.
Jambi → Bangko → Kecamatan Lembah Masurai → Desa Renah Kemumu / Renah Alai
Transportasi:
Desa terakhir berfungsi sebagai:
Pendakian Gunung Masurai memerlukan:
Karena belum dikelola secara ketat seperti taman nasional, etika pendakian dan tanggung jawab pribadi sangat penting untuk menjaga kelestarian gunung.
Karakter jalur:
Pos umum:
Durasi:
| Faktor | Tingkat |
|---|---|
| Durasi | Menengah–panjang |
| Medan | Hutan lebat & lembap |
| Teknis | Non-teknikal |
| Navigasi | Menengah |
| Ketersediaan air | Cukup, namun perlu filter |
Klasifikasi: Pendakian Menengah-Lanjutan (Hutan Sumatra)
Pendaki sering menjumpai jejak satwa, terutama di area hutan primer.
Waktu terbaik:
✔ Juni – September (kemarau relatif)
Kurang direkomendasikan:
✘ Musim hujan (jalur licin & sungai meluap)
✘ Saat kabut tebal di kaldera
Cuaca di Masurai dapat berubah cepat.
Risiko utama:
⚠ Jalur panjang & melelahkan
⚠ Kabut tebal di area puncak
⚠ Jalur licin & akar besar
⚠ Potensi tersesat jika keluar jalur
⚠ Hipotermia akibat hujan & angin
Tips keselamatan:
Masyarakat sekitar Gunung Masurai menjunjung tinggi:
Pendaki dianjurkan:
Perlengkapan wajib:
| Komponen | Estimasi |
|---|---|
| Izin desa | sukarela / lokal |
| Transportasi Jambi – Bangko – desa | menengah |
| Logistik 3–4 hari | menengah |
| Guide lokal | sangat disarankan |
| Porter (opsional) | opsional |
Biaya tergantung jumlah anggota dan durasi pendakian.
Itinerary 3 Hari 2 Malam
Hari 1
Jambi → Bangko → Desa Renah Kemumu → Camp I
Hari 2
Camp I → Kaldera → Danau Kawah → Camp Puncak
Hari 3
Summit → Turun → Desa → Bangko
Tidak direkomendasikan. Cocok untuk pendaki menengah ke atas.
Tidak. Jalur relatif sepi dan alami.
Sangat disarankan untuk keamanan & navigasi.
Tidak ada sinyal di jalur pendakian.