loaderimg
image

Overview Gunung

Gunung Pangrango adalah gunung berapi tua yang terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), membentang pada wilayah Bogor, Sukabumi, dan Cianjur di Jawa Barat. Dengan ketinggian sekitar 3.019 mdpl, Pangrango merupakan salah satu gunung tertinggi di Jawa Barat dan bersebelahan langsung dengan Gunung Gede.

Gunung ini dikenal memiliki karakter:

  • jalur hutan montana lembap
  • area vegetasi pegunungan yang masih alami
  • punggungan yang sejuk dan berkabut
  • ekosistem flora–fauna khas dataran tinggi Sunda

Ikon utamanya adalah Lembah Mandalawangi — sebuah lembah edelweiss luas yang tenang dan terkenal dalam karya sastra Soe Hok Gie.

Pangrango cocok bagi pendaki yang mencari:

✔ jalur trekking bertahap
✔ suasana hutan pegunungan yang sepi dan tenteram
✔ pengalaman alam yang lebih “sunyi” dibanding Gunung Gede

Informasi Teknis

Nama Gunung: Gunung Pangrango
Ketinggian: ± 3.019 mdpl
Kawasan: Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Lokasi: Jawa Barat
Tipe Gunung: Vulkanik Tua
Status: Tidak aktif
Grading Pendakian: Grade III (menengah)
Durasi Pendakian: 2-3 hari PP
Jalur Pendakian Resmi: Cibodas & Gunung Putri

Keunikan Gunung

Keunikan utama Gunung Pangrango:

  • gunung kembar Gunung Gede
  • hutan lumut dan vegetasi pegunungan yang rapat
  • salah satu habitat edelweiss terbesar di Jawa Barat
  • suasana pendakian lebih sunyi dan natural
  • puncak mengerucut dengan jalur punggungan sempit

Namun yang paling ikonik adalah:

🌿 Lembah Mandalawangi
sebuah lembah edelweiss lapang yang damai dan menjadi simbol romansa alam pendakian Indonesia.

Sejarah dan Etimologi

Nama “Pangrango” diyakini berasal dari bahasa Sunda lama:

  • Pa (tempat)
  • Ngrang / Rango (tinggi / menjulang)

Secara historis, kawasan Gunung Gede–Pangrango menjadi:

  • salah satu situs penelitian alam tertua di Indonesia
  • wilayah eksplorasi botani pada masa kolonial
  • area perlindungan ekosistem pegunungan Jawa

Pada tahun 1980, kawasan ini ditetapkan sebagai:

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
— salah satu taman nasional pertama di Indonesia.

Gunung Pangrango memiliki peran penting dalam:

  • konservasi biodiversitas pegunungan
  • sejarah pendakian Jawa Barat
  • literatur dan budaya pecinta alam Indonesia

Akses Menuju Basecamp

Basecamp resmi pendakian berada pada tiga gerbang utama TNGGP:

  1. Cibodas – Kabupaten Cianjur
    (jalur populer & akses wisata)
  2. Gunung Putri – Kabupaten Cianjur
    (jalur lebih sepi & menanjak)
  3. Selabintana – Kabupaten Sukabumi
    (jalur lama, jarang dipakai, trek panjang)

Akses umum dari Jakarta / Bandung:

  • bus / travel ke Cianjur / Sukabumi
  • lanjut angkot / transport lokal ke gerbang TNGGP
  • registrasi pendakian secara online & on-site

Perizinan Pendakian

Pendakian Gunung Pangrango wajib:

  • booking online melalui sistem TNGGP
  • mengikuti kuota pendaki harian
  • registrasi ulang di pintu masuk

Syarat umum:

  • identitas diri & data tim
  • tiket masuk & simaksi
  • perlengkapan standar pendakian
  • kondisi fisik prima

Pendakian biasanya dilarang saat musim hujan ekstrem
karena alasan keselamatan dan konservasi.

Jalur Pendakian Gunung Pangrango

🌿 Jalur Cibodas

Karakter jalur:

  • banyak pos istirahat
  • hutan lembap dan akar pepohonan
  • jalur bertahap & tidak terlalu curam

Perkiraan durasi:

SegmenEstimasi
Cibodas – Rawa Gayonggong2–3 jam
Rawa Gayonggong – Kandang Batu2 jam
Kandang Batu – Kandang Badak1–2 jam
Kandang Badak – Punggungan Pangrango2–3 jam
Punggungan – Puncak Pangrango1 jam

Camp favorit: Kandang Badak / Lembah Mandalawangi

🌄 Jalur Gunung Putri

Karakter jalur:

  • tanjakan lebih konsisten
  • jalur relatif lebih sepi
  • pemandangan hutan pegunungan terbuka

Durasi mirip jalur Cibodas, namun lebih menguras stamina.

Tingkat Kesulitan

Tingkat kesulitan Gunung Pangrango:

Grade III — Menengah

Faktor utama:

  • trek panjang & bertahap
  • jalur lembap dan licin di beberapa titik
  • cuaca dingin dan berkabut
  • summit ridge cukup menanjak

Tidak teknis, namun tetap membutuhkan:

✔ fisik prima
✔ manajemen waktu trekking
✔ kesiapan logistik

Flora dan Fauna

Gunung Pangrango merupakan kawasan biodiversitas tinggi.

Flora dominan:

  • hutan montana basah
  • hutan lumut
  • tumbuhan paku
  • kantong semar (area tertentu)
  • edelweiss (Lembah Mandalawangi)

Fauna yang dapat dijumpai:

  • owa jawa (di hutan tertentu)
  • lutung & monyet ekor panjang
  • elang & burung pegunungan
  • serangga hutan dataran tinggi

Sebagian kawasan merupakan habitat satwa dilindungi.

Musim Terbaik Pendakian

✔ April – September (musim kemarau)

⚠ Musim hujan berisiko:

  • kabut tebal
  • jalur licin
  • longsor minor di titik tertentu

Pada periode tertentu,
pendakian bisa ditutup sementara oleh TNGGP.

Risiko dan Keselamatan

Risiko utama pendakian Pangrango:

  • hipotermia
  • kelelahan trekking panjang
  • licin di jalur akar & tanah basah
  • tersesat di jalur punggungan

Tips keselamatan:

  • trekking dalam kelompok
  • gunakan trekking pole
  • jaga ritme perjalanan
  • hindari memaksakan summit saat hujan / badai

Ikuti rambu & prosedur taman nasional.

Budaya dan Adat Lokal

Gunung Pangrango berada di wilayah budaya Sunda.

Etika pendakian:

  • jaga kesopanan & ucapan
  • hormati kawasan konservasi
  • tidak mencabut edelweiss
  • tidak membuat api di area larangan

Lembah Mandalawangi
dipandang sebagai kawasan yang harus dijaga kelestariannya.

Rekomendasi Perlengkapan

Perlengkapan wajib:

  • tenda & sleeping bag hangat
  • jaket gunung / windproof
  • base layer & kaus kaki cadangan
  • jas hujan / ponco
  • headlamp
  • trekking pole

Logistik penting:

  • air minum cukup
  • makanan tinggi kalori
  • emergency kit & P3K

Suhu malam dapat mencapai mendekati 5–8°C.

Estimasi Biaya Pendakian

Estimasi biaya dari Jobodetabek:

KomponenPerkiraan
Transportasi PPRp150.000 – Rp350.000
Simaksi TNGGPRp30.000 – Rp100.000
Porter / Ojek OpsionalRp100.000 – Rp250.000
Logistik & perlengkapanRp250.000 – Rp500.000
Total EstimasiRp600.000 – Rp1.200.000

Biaya tergantung:

  • jumlah tim
  • durasi pendakian
  • pilihan transportasi

Itinerary Pendakian (2 Hari 1 Malam)

Hari 1 — Basecamp → Kandang Badak

  • registrasi & briefing
  • trekking menuju Kandang Badak
  • camp & istirahat

Hari 2 — Summit Pangrango → Mandalawangi → Turun

  • summit pagi hari
  • singgah ke Lembah Mandalawangi
  • kembali ke camp
  • turun ke basecamp

Durasi trekking fleksibel sesuai ritme tim.

Kesimpulan

Gunung Pangrango menawarkan pengalaman pendakian:

  • hutan montana alami
  • suasana sunyi & damai
  • lembah edelweiss ikonik
  • trekking bertahap namun menantang

Sangat cocok bagi pendaki yang menyukai:

✔ ketenangan alam
✔ pendakian konservatif
✔ perjalanan reflektif di kawasan pegunungan

Q Apakah Gunung Pangrango cocok untuk pemula?

Cocok untuk pemula berpengalaman / pendampingan senior.

Q Mana yang lebih berat — Pangrango atau Gede?

Pangrango cenderung lebih panjang & sepi, namun tidak terlalu teknis.

Q Apakah boleh camping di Mandalawangi?

Umumnya diperbolehkan pada titik tertentu sesuai aturan petugas.

Q Apakah edelweiss boleh dipetik?

Tidak. Dilarang & termasuk pelanggaran konservasi.

Rate us and Write a Review

Your review is recommended to be at least 140 characters long

image

image