Gunung Pangrango adalah gunung berapi tua yang terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), membentang pada wilayah Bogor, Sukabumi, dan Cianjur di Jawa Barat. Dengan ketinggian sekitar 3.019 mdpl, Pangrango merupakan salah satu gunung tertinggi di Jawa Barat dan bersebelahan langsung dengan Gunung Gede.
Gunung ini dikenal memiliki karakter:
Ikon utamanya adalah Lembah Mandalawangi — sebuah lembah edelweiss luas yang tenang dan terkenal dalam karya sastra Soe Hok Gie.
Pangrango cocok bagi pendaki yang mencari:
✔ jalur trekking bertahap
✔ suasana hutan pegunungan yang sepi dan tenteram
✔ pengalaman alam yang lebih “sunyi” dibanding Gunung Gede
Nama Gunung: Gunung Pangrango
Ketinggian: ± 3.019 mdpl
Kawasan: Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Lokasi: Jawa Barat
Tipe Gunung: Vulkanik Tua
Status: Tidak aktif
Grading Pendakian: Grade III (menengah)
Durasi Pendakian: 2-3 hari PP
Jalur Pendakian Resmi: Cibodas & Gunung Putri
Keunikan utama Gunung Pangrango:
Namun yang paling ikonik adalah:
🌿 Lembah Mandalawangi
sebuah lembah edelweiss lapang yang damai dan menjadi simbol romansa alam pendakian Indonesia.
Nama “Pangrango” diyakini berasal dari bahasa Sunda lama:
Secara historis, kawasan Gunung Gede–Pangrango menjadi:
Pada tahun 1980, kawasan ini ditetapkan sebagai:
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
— salah satu taman nasional pertama di Indonesia.
Gunung Pangrango memiliki peran penting dalam:
Basecamp resmi pendakian berada pada tiga gerbang utama TNGGP:
Akses umum dari Jakarta / Bandung:
Pendakian Gunung Pangrango wajib:
Syarat umum:
Pendakian biasanya dilarang saat musim hujan ekstrem
karena alasan keselamatan dan konservasi.
Karakter jalur:
Perkiraan durasi:
| Segmen | Estimasi |
|---|---|
| Cibodas – Rawa Gayonggong | 2–3 jam |
| Rawa Gayonggong – Kandang Batu | 2 jam |
| Kandang Batu – Kandang Badak | 1–2 jam |
| Kandang Badak – Punggungan Pangrango | 2–3 jam |
| Punggungan – Puncak Pangrango | 1 jam |
Camp favorit: Kandang Badak / Lembah Mandalawangi
Karakter jalur:
Durasi mirip jalur Cibodas, namun lebih menguras stamina.
Tingkat kesulitan Gunung Pangrango:
Grade III — Menengah
Faktor utama:
Tidak teknis, namun tetap membutuhkan:
✔ fisik prima
✔ manajemen waktu trekking
✔ kesiapan logistik
Gunung Pangrango merupakan kawasan biodiversitas tinggi.
Flora dominan:
Fauna yang dapat dijumpai:
Sebagian kawasan merupakan habitat satwa dilindungi.
✔ April – September (musim kemarau)
⚠ Musim hujan berisiko:
Pada periode tertentu,
pendakian bisa ditutup sementara oleh TNGGP.
Risiko utama pendakian Pangrango:
Tips keselamatan:
Ikuti rambu & prosedur taman nasional.
Gunung Pangrango berada di wilayah budaya Sunda.
Etika pendakian:
Lembah Mandalawangi
dipandang sebagai kawasan yang harus dijaga kelestariannya.
Perlengkapan wajib:
Logistik penting:
Suhu malam dapat mencapai mendekati 5–8°C.
Estimasi biaya dari Jobodetabek:
| Komponen | Perkiraan |
|---|---|
| Transportasi PP | Rp150.000 – Rp350.000 |
| Simaksi TNGGP | Rp30.000 – Rp100.000 |
| Porter / Ojek Opsional | Rp100.000 – Rp250.000 |
| Logistik & perlengkapan | Rp250.000 – Rp500.000 |
| Total Estimasi | Rp600.000 – Rp1.200.000 |
Biaya tergantung:
Hari 1 — Basecamp → Kandang Badak
Hari 2 — Summit Pangrango → Mandalawangi → Turun
Durasi trekking fleksibel sesuai ritme tim.
Gunung Pangrango menawarkan pengalaman pendakian:
Sangat cocok bagi pendaki yang menyukai:
✔ ketenangan alam
✔ pendakian konservatif
✔ perjalanan reflektif di kawasan pegunungan
Cocok untuk pemula berpengalaman / pendampingan senior.
Pangrango cenderung lebih panjang & sepi, namun tidak terlalu teknis.
Umumnya diperbolehkan pada titik tertentu sesuai aturan petugas.
Tidak. Dilarang & termasuk pelanggaran konservasi.