Gunung Peuet Sague adalah gunung berapi aktif yang terletak di wilayah Geumpang, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Gunung ini merupakan bagian dari Pegunungan Bukit Barisan dan memiliki empat puncak utama yang menjadikannya salah satu kompleks vulkanik unik di Sumatra.
Dengan ketinggian sekitar 2.785 meter di atas permukaan laut, Peuet Sague termasuk gunung tinggi yang relatif terpencil sehingga jarang dikunjungi dibandingkan gunung populer lainnya.
Gunung ini berada dalam kawasan ekosistem Ulu Masen yang terkenal dengan hutan lebat dan alam yang masih sangat asri—sebuah daya tarik besar bagi pendaki yang mencari pengalaman ekspedisi alam liar.
Nama: Gunung Peuet Sague
Lokasi: Geumpang, Kabupaten Pidie, Aceh
Ketinggian: ±2.780–2.785 mdpl
Tipe: Stratovolcano
Jumlah Puncak: Empat
Letusan Terakhir: 2000
Koordinat: ±4.91°N, 96.33°E
Keaslian alamnya menjadikan gunung ini cocok bagi pendaki berpengalaman yang ingin menjelajah area minim jejak manusia.
Nama “Peuet Sagoe” berasal dari bahasa Aceh: peuet berarti “empat” dan sagoe berarti “sudut” atau “penjuru,” merujuk pada empat puncak gunung tersebut.
Letusan pertama tercatat terjadi pada periode 1918–1921, sementara aktivitas vulkanik kembali meningkat pada 1998–2000 dengan abu tersebar hingga puluhan kilometer.
Pendakian umumnya dimulai dari desa terdekat seperti Desa Pucok, yang dikenal sebagai rute termudah menuju gunung.
Rute umum:
Karena lokasinya terisolasi, perjalanan darat bisa memakan waktu lama dan sering kali membutuhkan pemandu lokal.
Sebagai gunung berapi aktif, pendaki disarankan untuk:
Status gunung yang masih aktif membuat prosedur keselamatan menjadi prioritas utama.
Informasi jalur masih terbatas karena gunung jarang didaki. Namun pendekatan melalui Desa Pucok dikenal sebagai rute paling memungkinkan.
Karakter jalur biasanya meliputi:
Pendakian sering terasa seperti ekspedisi eksplorasi.
Estimasi: Sulit – Ekspedisi (Advanced)
Faktor yang memengaruhi:
Direkomendasikan bagi pendaki berpengalaman dengan kemampuan navigasi.
Gunung ini berada di kawasan Ulu Masen yang memiliki hutan luas dan masih alami.
Potensi ekosistem:
Pendaki diharapkan menjaga kelestarian lingkungan.
Secara umum, pendakian gunung di Sumatra lebih aman saat musim relatif kering karena:
Selalu cek kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik sebelum berangkat.
Risiko utama meliputi:
Tips keselamatan:
Wilayah Pidie dan sekitarnya dikenal memiliki masyarakat yang menjunjung tinggi adat Aceh. Pendaki dianjurkan untuk:
Interaksi baik dengan warga dapat membantu logistik dan keamanan.
Perlengkapan wajib:
Gunung terpencil menuntut kemandirian penuh.
| Komponen | Estimasi |
|---|---|
| Transport Banda Aceh – Pidie | Rp150.000 – Rp300.000 |
| Transport lokal | Rp150.000 – Rp400.000 |
| Guide lokal | Rp300.000 – Rp700.000/hari |
| Logistik | Rp250.000 – Rp500.000 |
| Total | ± Rp850.000 – Rp1.900.000 |
Biaya dapat berubah tergantung durasi dan jumlah tim.
Hari 1:
Perjalanan ke Geumpang → registrasi → bermalam di desa.
Hari 2:
Trekking menuju camp hutan → adaptasi medan.
Hari 3:
Summit attack → eksplorasi puncak → turun ke camp.
Hari 4:
Kembali ke desa → perjalanan pulang.
Durasi bisa lebih panjang tergantung kondisi jalur.
Ya, gunung ini termasuk gunung berapi aktif dengan letusan terakhir pada 2000.
Sekitar 2.780–2.785 mdpl.
Karena lokasinya terpencil dan membutuhkan perjalanan panjang untuk mencapainya.
Berarti “empat penjuru,” merujuk pada empat puncaknya.