Gunung Semeru, atau sering disebut Mahameru, adalah gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut. Gunung ini berada di dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan dikenal sebagai salah satu gunung dengan aktivitas vulkanik paling aktif di Indonesia. Puncaknya, yang disebut Puncak Mahameru, menjadi tujuan spiritual, simbol kekuatan alam, dan tantangan puncak bagi pendaki dari seluruh dunia.
Semeru bukan hanya sekadar gunung, tetapi sebuah lanskap megah dengan kawah yang terus menyemburkan abu vulkanik setiap 20–30 menit, danau Ranu Kumbolo yang legendaris, Oro-Oro Ombo yang dipenuhi bunga verbena, hingga jalur pendakian historis yang sarat kisah dan tragedi. Keseluruhan ekosistemnya menghadirkan perpaduan antara keindahan alam, mitologi budaya, dan petualangan ekstrem yang tidak ditemukan di gunung lain di Indonesia.
Pendakian Semeru memerlukan stamina prima, persiapan matang, dan kepatuhan terhadap regulasi keamanan. Meski menantang, keindahan dan kepuasan mencapai puncaknya menjadikan Semeru sebagai salah satu destinasi pendakian terbaik di Asia.
Ketinggian: 3.676 mdpl (tertinggi di Jawa)
Tipe Gunung: Stratovolcano
Lokasi: Kabupaten Malang & Lumajang
Kawasan: Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)
Aktivitas Vulkanik: Sangat aktif, erupsi minor berkala
Koordinat: 8°06′ LS, 112°55′ BT
Suhu: 3-15°C (Ranu Kumbolo), -5°C di puncak
Tingkat Kesulitan: ★★★★☆ Sulit
Musim Pendakian: Mei-September (musim kemarau)
Nama “Semeru” diyakini berasal dari kata Sumeru, sebuah gunung suci dalam mitologi Hindu yang dianggap sebagai poros dunia (axis mundi). Dalam kepercayaan kuno, Mahameru adalah tempat bersemayamnya dewa-dewa. Mitos ini menyatu dengan budaya masyarakat Tengger yang hidup di sekitar kawasan TNBTS.
Catatan sejarah mendokumentasikan bahwa Semeru sudah aktif sejak ribuan tahun lalu. Aktivitas vulkaniknya yang eksplosif membentuk kawah Jonggring Saloka, kawah aktif yang hingga kini memuntahkan material vulkanik secara periodik.
Terdapat dua jalur resmi pendakian:
Berikut detail utama untuk jalur Ranu Pane:
Pos 1 – Pos 2
Pos 2 – Pos 3
Salah satu tempat paling terkenal di Semeru.
Ciri khas:
Pendaki biasanya bermalam di sini sebelum lanjut ke Kalimati.
Rute menanjak dengan vegetasi cemara.
Kalimati (Basecamp Summit Attack)
Pendakian puncak dimulai pukul 00.00–01.00.
Tantangan:
Pendakian ideal 4–5 jam.
Dari sini pendaki bisa melihat:
TNBTS mewajibkan pendaki untuk:
Ranu Pane, Senduro – Lumajang
Faktor yang membuat Semeru berbahaya:
Semeru bukan gunung untuk pendaki pemula tanpa pendamping.
Kondisi ekstrem sering terjadi:
Risiko utama di Semeru:
1. Awan Panas dari Jonggring Saloka
Puncak hanya boleh dikunjungi sampai batas aman.
2. Longsoran batu di jalur summit
Pendaki harus memakai helm dan tetap di jalur.
3. Hiportermia
Camp Kalimati sangat dingin.
4. Api unggun dilarang keras
Karena risiko kebakaran hutan sangat tinggi.
5. Jalur berpasir sangat menguras tenaga
Penduduk Tengger memiliki budaya unik seperti:
Pendaki diharapkan menghormati adat setempat.
Malang – Ranu Pane – Pos 1 – Pos 2 – Ranu Kumbolo
Camp di Ranu Kumbolo
Ranu Kumbolo – Tanjakan Cinta – Oro-Oro Ombo – Jambangan – Kalimati
Camp di Kalimati
Summit – kembali ke Kalimati – Ranu Kumbolo – Ranu Pane – Malang
Ya, selama mengikuti aturan TNBTS dan tidak mendekati Kawah Jonggring Saloka.
Bisa mencapai -5°C pada musim kemarau.
Tidak disarankan tanpa guide.