Gunung Sorik Marapi adalah gunung api aktif yang terletak di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Dengan ketinggian sekitar 2.145 mdpl, gunung ini menjadi salah satu puncak dominan di kawasan Taman Nasional Batang Gadis, sebuah wilayah konservasi dengan keanekaragaman hayati tinggi.
Gunung ini dikenal karena aktivitas geothermalnya yang kuat, terlihat dari keberadaan fumarol, kawah belerang, serta potensi energi panas bumi yang telah dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Meski tidak sepopuler Sibayak, Sorik Marapi menawarkan pengalaman pendakian yang jauh lebih liar dan alami.
Nama: Gunung Sorik Marapi
Lokasi: Mandailing Natal, Sumatera Utara
Ketinggian: ±2.145 mdpl
Tipe Gunung: Stratovolcano (gunung api kerucut)
Status: Aktif
Kawasan: Taman Nasional Batang Gadis
Karakteristik: Geothermal aktif, hutan lebat
Sorik Marapi cocok bagi pendaki yang mencari pengalaman “back to wilderness”.
Nama “Marapi” berasal dari bahasa Minangkabau dan Batak yang berarti “gunung api” atau “yang berapi”. Penambahan kata “Sorik” diyakini merujuk pada wilayah atau karakter lokal di Mandailing.
Gunung ini telah lama dikenali masyarakat setempat sebagai gunung berenergi kuat, terlihat dari aktivitas uap panas dan bau sulfur di beberapa area.
Perjalanan menuju Sorik Marapi tergolong panjang namun penuh panorama alam.
Rute umum:
Karena lokasinya jauh dari kota besar, persiapan logistik sangat penting sebelum berangkat.
Pendakian biasanya memerlukan:
Status gunung api juga perlu dicek sebelum pendakian. Jika aktivitas meningkat, jalur bisa ditutup sewaktu-waktu.
Jalur Sorik Marapi dikenal menantang sejak awal.
Karakter jalur:
Pendaki biasanya membutuhkan 2–3 hari untuk pendakian normal, tergantung titik camp.
Mendekati puncak, vegetasi mulai terbuka dan digantikan lanskap vulkanik dengan aroma sulfur.
Kategori: Menengah – Sulit
Faktor yang meningkatkan kesulitan:
Gunung ini lebih cocok untuk pendaki berpengalaman dibanding pemula.
Sebagai bagian dari ekosistem Taman Nasional Batang Gadis, kawasan ini memiliki biodiversitas luar biasa.
Flora:
Fauna potensial:
Menjaga etika alam sangat penting di kawasan ini.
Ideal: Mei – September (musim relatif kering).
Pada musim hujan, jalur bisa berubah menjadi sangat licin dan rawan longsor kecil.
Namun tetap perhatikan aktivitas vulkanik sebelum berangkat.
Beberapa risiko utama:
Tips penting:
Wilayah Mandailing dikenal memiliki budaya yang kuat dengan nilai kekeluargaan tinggi. Pendaki disarankan:
Gunung sering dipandang sebagai bagian dari keseimbangan alam.
Karena karakter ekspedisi, perlengkapan harus lebih matang.
Wajib:
Tambahan penting: gaiter untuk jalur berlumpur.
| Komponen | Estimasi |
|---|---|
| Transport Medan – Mandailing | Rp250.000 – Rp450.000 |
| Simaksi | Rp20.000 – Rp50.000 |
| Guide | Rp400.000 – Rp800.000 / grup |
| Logistik | Rp150.000 – Rp300.000 |
| Ojek lokal | Rp50.000 – Rp150.000 |
Total estimasi: Rp500.000 – Rp1.200.000 per orang.
Hari 1
Hari 2
Hari 3
Tidak disarankan. Trek panjang dan navigasi menantang.
Ya, termasuk gunung api aktif sehingga statusnya harus selalu dicek.
Umumnya 2–3 hari.
Hutan liar, nuansa ekspedisi, dan lanskap geothermal.