Gunung Putih merupakan salah satu destinasi wisata alam tersembunyi yang terletak di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Berbeda dengan gunung-gunung vulkanik di Pulau Jawa, Gunung Putih adalah sebuah gunung kapur (karst) raksasa yang menyajikan dinding-dinding tebing eksotis berwarna putih bersih terjal. Tempat ini menawarkan kombinasi petualangan hiking singkat, wisata sejarah, serta panorama bentang alam Kalimantan yang masih hijau royo-royo dari ketinggian.
Baca juga: Jalur Pendakian Gunung di Kalimantan Utara
Nama Gunung: Gunung Putih (Gunung Karst Bulungan)
Lokasi: Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara
Ketinggian: Sekitar 150 – 200 mdpl (Berupa bukit batu karst tinggi)
Jenis Gunung: Batuan Kapur / Karst
Titik Awal Pendakian: Basecamp / Gerbang Masuk Jalan Poros bulungan – Malinau
Durasi Trekking: 30 hingga 45 menit
Daya tarik utama Gunung Putih terletak pada struktur geologinya. Gunung ini didominasi oleh batuan kapur putih dengan relief alami menyerupai pahatan seni raksasa. Selain puncaknya yang menyuguhkan pemandangan lepas ke arah Kecamatan Tanjung Palas dan Kota Tanjung Selor yang dibelah Sungai Kayan, area belakang lereng gunung ini menyimpan jaringan gua bawah tanah dan lorong-lorong karst yang menantang untuk dijelajahi.
Nama “Gunung Putih” diambil secara harfiah dari kenampakan visual tebing-tebing kapurnya yang berwarna putih mencolok di tengah rimbunnya hutan Kalimantan. Berdasarkan penuturan masyarakat lokal dan catatan sejarah kesultanan, kawasan Gunung Putih dulunya merupakan tempat petilasan sekaligus area bersemadi para Sultan dari Kesultanan Bulungan terdahulu. Tempat ini diselimuti nilai spiritual tinggi bagi warga asli Tanjung Palas.
Menuju lokasi Gunung Putih terbilang cukup mudah karena letaknya yang strategis di tepi jalan utama. Dari Kota Tanjung Selor (Ibu Kota Kalimantan Utara), terdapat dua opsi rute populer:
Untuk mendaki Gunung Putih, sistem administrasinya sangat kasual dan bersahabat:
Catatan Registrasi: Tidak diperlukan izin simaksi (surat izin masuk kawasan konservasi) yang rumit. Saat ini, masuk ke kawasan wisata alam Gunung Putih umumnya gratis atau hanya dikenakan tarif parkir kendaraan swadaya berkisar antara Rp 5.000 (motor) hingga Rp 10.000 (mobil). Pengunjung disarankan melapor ke pemukiman warga atau juru kunci lokal jika ingin menjelajahi gua bawah tanah demi alasan keselamatan.
Trekking menuju puncak Gunung Putih telah difasilitasi dengan jalur berupa ratusan anak tangga semen yang dibangun di sela-sela dinding tebing batu. Meskipun sudah berwujud tangga, jalurnya menanjak dengan sudut kemiringan yang cukup curam dan rapat. Di beberapa titik, tangga tersebut mulai tertutup lumut dan vegetasi liar, memaksa pendaki untuk tetap waspada selama melangkah.
Secara umum, tingkat kesulitan mendaki Gunung Putih dikategorikan dalam skala Mudah hingga Moderat (Easy to Moderate).
Kawasan suaka alam ini dikelilingi oleh hutan sekunder khas Kalimantan yang tumbuh di atas tanah berkapur. Sepanjang perjalanan, Anda akan menemui pepohonan hutan tropis, tumbuhan rambat, serta pakis-pakisan tebing. Dari lini fauna, area sekitar gua dan hutan Gunung Putih menjadi habitat bagi kawanan kelelawar buah, burung-burung endemik Kalimantan, serta beberapa jenis primata (monyet ekor panjang) yang sesekali terdengar bersahutan dari balik tajuk pohon.
Waktu terbaik untuk mendaki Gunung Putih adalah pada Musim Kemarau (Mei – September). Melakukan trekking pada musim kering akan meminimalisir risiko terpeleset akibat anak tangga kapur yang licin. Waktu pendakian paling direkomendasikan adalah pagi hari pukul 06.00 – 08.00 WITA demi berburu udara segar, atau sore hari pukul 16.00 WITA untuk menikmati pemandangan matahari terbenam tanpa sengatan terik matahari yang menyengat.
Meskipun puncaknya tidak terlalu tinggi, keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama:
Mengingat statusnya sebagai situs petilasan bersejarah Kesultanan Bulungan, para pendaki dan pelancong diwajibkan menjaga sopan santun. Berbicara kasar, merusak formasi batu karst, membuang sampah sembarangan, atau melakukan tindakan tidak senonoh sangat dilarang keras di kawasan ini demi menghormati leluhur adat setempat.
Jangan sepelekan perlengkapan trekking Anda meskipun ini adalah jalur pendek. Berikut checklist esensialnya:
Melakukan penjelajahan di Gunung Putih sangat ramah di kantong backpacker. Berikut rincian kasarnya:
| Komponen Biaya | Estimasi Harga |
| Tiket masuk | Gratis |
| Parkir Kendaraan | Rp 5.000 – Rp 10.000 |
| Sewa Perahu Penyeberangan (Opsional) | Rp 5.000 – Rp 10.000 |
| Jasa Pemandu Lokal (Opsional) | Rp 50.000 – Rp 100.000 (Sukarela) |
| Logistik Ringan (Air & Cemilan) | Rp 20.000 |
| Total Estimasi | Rp 30.000 – Rp 140.000 |
Berikut contoh rencana perjalanan singkat half-day trip ke Gunung Putih:
Baca juga jalur pendakian gunung lainnya di Kalimantan Utara:
Sangat aman bagi pemula karena jalurnya yang pendek. Namun untuk anak-anak, pengawasan ekstra ketat dari orang dewasa wajib dilakukan karena anak tangganya terjal dan beberapa titik tidak memiliki pagar pembatas yang memadai.
Area puncak didominasi struktur batuan karst yang sempit dan tidak memiliki lahan tanah lapang yang luas untuk mendirikan tenda dome standar. Wisatawan umumnya memilih datang tektok (langsung pulang pergi) tanpa menginap.
Tidak ada pos sumber mata air bersih yang siap konsumsi di sepanjang anak tangga. Pastikan Anda sudah menyiapkan perbekalan air minum yang cukup dari bawah sebelum memulai pendakian.