Gunung Kahung merupakan salah satu destinasi pendakian yang semakin populer di Kalimantan Selatan. Berada di kawasan Pegunungan Meratus, gunung ini dikenal karena jalurnya yang menyuguhkan keindahan hutan hujan tropis serta keberadaan Air Terjun Kahung yang menjadi ikon wisata alam di wilayah tersebut.
Berbeda dengan Gunung Halau-Halau yang dikenal sebagai puncak tertinggi Kalimantan Selatan, Gunung Kahung menawarkan pengalaman pendakian yang memadukan trekking hutan, eksplorasi sungai, air terjun bertingkat, serta panorama pegunungan khas Meratus. Destinasi ini cocok bagi pendaki yang menyukai petualangan alam liar dengan tingkat keramaian yang relatif rendah.
Keasrian lingkungan dan kekayaan biodiversitas menjadikan Gunung Kahung sebagai salah satu tujuan favorit bagi pecinta alam yang ingin merasakan sisi lain pendakian di Pulau Kalimantan.
Baca juga: Jalur Pendakian Gunung di Kalimantan Selatan
Nama Gunung: Gunung Kahung
Lokasi: Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan
Pegunungan: Meratus
Tipe Gunung: Non-vulkanik
Jalur Pendakian Populer: Desa Belangian
Karakter Jalur: Hutan hujan tropis
Durasi Pendakian: 1-2 Hari
Daya Tarik Utama: Air Terjun Kahung dan hutan meratus
Gunung Kahung memiliki sejumlah daya tarik yang membuatnya berbeda dari gunung lainnya di Kalimantan Selatan.
Keberadaan air terjun bertingkat menjadi daya tarik utama yang jarang ditemukan pada jalur pendakian gunung di Indonesia.
Nama Kahung berasal dari penamaan lokal yang telah digunakan masyarakat setempat sejak lama untuk menyebut kawasan pegunungan dan aliran sungai di daerah tersebut.
Kawasan Pegunungan Meratus sendiri telah menjadi tempat hidup masyarakat adat Dayak Meratus selama berabad-abad. Hubungan antara masyarakat lokal dengan hutan masih sangat kuat, baik dari aspek ekonomi, budaya, maupun spiritual.
Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Kahung mulai dikenal secara luas sebagai tujuan wisata alam dan pendakian yang menawarkan pengalaman khas hutan Kalimantan.
Pendakian Gunung Kahung umumnya dimulai dari Desa Belangian.
| Tahapan | Estimasi Waktu |
|---|---|
| Banjarmasin – Martapura | 1 jam |
| Martapura – Desa Belangian | 2–3 jam |
| Desa Belangian – Pos Awal Trekking | 15–30 menit |
Perjalanan menuju Desa Belangian dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Sebagian ruas jalan menuju desa sudah beraspal, meskipun terdapat beberapa bagian yang memerlukan kehati-hatian terutama saat musim hujan.
Sebelum melakukan pendakian, pendaki dianjurkan untuk:
Kebijakan perizinan dapat berubah sewaktu-waktu sehingga penting untuk melakukan konfirmasi terbaru sebelum keberangkatan.
Jalur ini merupakan akses utama menuju kawasan Gunung dan Air Terjun Kahung.
Pendaki memasuki kawasan hutan tropis dengan vegetasi yang sangat rapat. Jalur relatif landai dan cocok sebagai pemanasan.
Karakter jalur mulai berubah menjadi tanjakan dengan akar-akar pohon besar yang mendominasi lintasan.
Pendaki akan menjumpai Air Terjun Kahung yang terdiri dari beberapa tingkat dengan kolam alami yang jernih.
Setelah melewati kawasan air terjun, jalur mulai menanjak menuju area yang lebih tinggi dengan panorama Pegunungan Meratus.
| Segmen | Karakter Jalur |
|---|---|
| Basecamp – Hutan Awal | Landai |
| Hutan Awal – Air Terjun | Sedang |
| Air Terjun – Punggungan | Menanjak |
| Punggungan – Titik Tertinggi | Menanjak sedang |
Faktor yang memengaruhi tingkat kesulitan:
Secara umum, Gunung Kahung lebih ramah bagi pendaki pemula dibandingkan beberapa gunung lain di Pegunungan Meratus.
Kawasan Gunung Kahung merupakan bagian dari ekosistem Pegunungan Meratus yang kaya biodiversitas.
Keanekaragaman hayati ini menjadikan kawasan Kahung menarik bagi fotografer alam dan pengamat satwa.
Musim Terbaik Pendakian
Musim kemarau merupakan waktu paling ideal untuk mendaki Gunung Kahung.
| Bulan | Kondisi |
|---|---|
| Mei – September | Sangat direkomendasikan |
| Oktober – November | Cukup baik |
| Desember – April | Curah hujan tinggi |
Pada musim hujan, jalur menjadi jauh lebih licin dan debit sungai dapat meningkat secara signifikan.
Beberapa risiko yang perlu diperhatikan selama pendakian:
Masyarakat sekitar Gunung Kahung masih memiliki hubungan yang erat dengan budaya Dayak Meratus.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Wisatawan yang menghormati budaya lokal biasanya akan diterima dengan baik oleh masyarakat sekitar.
| Peralatan | Keterangan |
|---|---|
| Carrier 30–50 Liter | Untuk perjalanan 1–2 hari |
| Sepatu Hiking | Sol anti-slip |
| Jas Hujan | Cuaca cepat berubah |
| Headlamp | Cadangan penerangan |
| Dry Bag | Melindungi barang elektronik |
| Botol Air | Minimal 2 liter |
| Trekking Pole | Membantu di jalur licin |
Estimasi biaya dari Banjarmasin
| Komponen | Estimasi Biaya |
|---|---|
| Transportasi PP | Rp100.000 – Rp300.000 |
| Registrasi | Menyesuaikan kebijakan |
| Konsumsi | Rp100.000 – Rp250.000 |
| Logistik Pendakian | Rp100.000 – Rp300.000 |
| Pemandu Lokal (Opsional) | Rp100.000 – Rp300.000 |
Rp300.000 – Rp1.000.000 per orang
Biaya dapat lebih rendah jika dilakukan secara rombongan.
Hari Pertama
Hari Kedua
Bagi wisatawan yang tidak berencana bermalam:
Gunung Kahung merupakan salah satu permata tersembunyi Pegunungan Meratus yang menawarkan kombinasi sempurna antara pendakian, eksplorasi air terjun, dan petualangan hutan tropis. Dengan keindahan alam yang masih terjaga serta akses yang relatif mudah dari Banjarmasin, Gunung Kahung layak menjadi destinasi pilihan bagi pendaki dan pecinta wisata alam di Kalimantan Selatan.
Baca juga jalur pendakian gunung lainnya di Kalimantan Selatan:
Gunung Kahung berada di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, dalam kawasan Pegunungan Meratus.
Daya tarik utamanya adalah Air Terjun Kahung, hutan hujan tropis yang masih alami, serta suasana petualangan khas Kalimantan.
Ya. Jalurnya relatif cocok bagi pendaki pemula yang memiliki kondisi fisik cukup baik.
Umumnya 1–2 hari tergantung tujuan dan rute yang dipilih.
Musim kemarau antara Mei hingga September merupakan waktu terbaik.
Tidak selalu wajib, tetapi sangat direkomendasikan terutama bagi pendaki yang baru pertama kali mengunjungi kawasan Kahung.